Video itu sempat menggemparkan media sosial. Tampak seorang 'Pak Ogah' memasang rantai dan gembok di exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng. Tapi, benarkah kejadiannya seperti yang beredar?
Polisi akhirnya turun tangan. Setelah diselidiki, cerita yang viral itu rupanya tak sepenuhnya benar. Iptu Aang Kaharudin dari Reskrim Polsek Cengkareng menjelaskan, penutupan exit tol itu sebenarnya kebijakan resmi.
"Jadi, penutupan jalan itu memang dari Dishub," tegas Aang pada Kamis (15/1/2026).
Menurutnya, Dishub DKI Jakarta yang memasang gembok tersebut. Exit tol itu punya jadwal operasional tetap: ditutup pukul 06.00 pagi dan baru dibuka lagi jam 11.00 siang. Jadi, narasi bahwa 'Pak Ogah' membuka tutup jalan seenaknya setelah diberi uang adalah keliru.
Enam 'Pak Ogah' Tetap Diamankan
Meski kasus penutupan jalan sudah jelas, polisi tak tinggal diam soal keberadaan 'Pak Ogah' di lokasi. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengonfirmasi bahwa enam orang diamankan dalam operasi gabungan sehari sebelumnya, Rabu (14/1).
"Tim gabungan mendatangi lokasi dan melakukan penangkapan serta pengamanan terhadap enam orang," ujar Budi.
Dari mereka, polisi menyita barang bukti seperti uang tunai dan ponsel. Rencananya, keenam orang ini akan menjalani proses pembinaan lebih lanjut di Polsek Cengkareng.
Jadi, kesimpulannya cukup jelas. Penutupan exit tol adalah prosedur resmi, bukan aksi premanisme. Namun, operasi pembersihan terhadap 'Pak Ogah' di area itu tetaplah berjalan. Dua hal yang berbeda, tapi sama-sama mendapat perhatian.
Artikel Terkait
BPJPH Belajar Tata Kelola Lab ke BPOM untuk Perkuat Sertifikasi Halal
Putra Bupati Malang Buka Suara Usai Dilantik Jadi Kepala DLH
TVRI Buka Pendaftaran Tempat Nonton Bareng Piala Dunia 2026
Bareskrim Bongkar Aliran Rp 124 Miliar Narkoba Disamarkan Sebagai Amal dan DP Mobil