Sabtu pagi (17/1/2026) sekitar pukul tujuh, wilayah Maluku Tengah diguncang gempa. Kekuatannya tercatat magnitudo 5,5. Kabar baiknya, menurut analisis BMKG, guncangan itu tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Menurut informasi yang diunggah BMKG lewat akun X-nya, @infoBMKG, gempa terjadi tepatnya pukul 06.50 WIB. Episenter atau pusat gempanya berada di darat, sekitar 35 kilometer arah barat daya dari Maluku Tengah. Kedalamannya cukup, sekitar 56 kilometer di bawah permukaan bumi, dengan koordinat 3,35 LS dan 128,64 BT.
Guncangannya ternyata dirasakan cukup luas. Dari pemodelan yang dilakukan BMKG, getaran menjangkau daerah-daerah di Maluku hingga Papua Barat. Di beberapa tempat, rasanya cukup kuat.
Contohnya di Desa Liang, Kecamatan Salahutu, juga di Amahai dan Kairatu. Di sana, skala getarannya mencapai III-IV MMI. Artinya, pada siang hari seperti ini, getaran pasti dirasakan oleh banyak orang yang berada di dalam rumah.
Namun begitu, intensitasnya makin melemah di daerah lain. Di Ambon, Seram Utara, dan Sorong, laporannya hanya skala II-III MMI. Getarannya cuma seperti sensasi truk besar yang lewat, tapi tetap terasa nyata bagi mereka yang sedang di dalam rumah.
Sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan atau dampak lain dari gempa pagi tadi. Situasi masih terus dipantau.
Artikel Terkait
Bahrain Hancurkan Rudal dan Drone Iran, Tuding Serangan ke Wilayah Sipil sebagai Tindakan Kriminal
Hakim: Penyiraman Air Keras ke Aktivis KontraS Bukan Operasi Intelijen Terstruktur, Empat Anggota TNI Divonis Penjara
Polisi Tangkap Residivis Pembunuh Bocah 11 Tahun di Sragen demi Kuasai Harta Korban
BMKG Peringatkan Musim Kemarau 2026 Lebih Panjang dan Kering, Puncak Kekeringan di Agustus