Genangan air setinggi satu meter lebih masih menyelimuti permukiman warga di Kabupaten Pati. Sudah hampir seminggu, Desa Mustokoharjo di Kecamatan Pati terendam, memaksa warganya beradaptasi dengan cara yang tak biasa: menggunakan perahu untuk sekadar keluar rumah atau membeli kebutuhan pokok.
Menurut keterangan yang dihimpun dari sejumlah warga, banjir ini dipicu oleh hujan yang terus mengguyur ditambah luapan Sungai Silugonggo. Lokasi desa yang memang berada persis di tepian sungai membuat genangan terasa begitu dalam. Jalan-jalan pun tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun empat.
Di tengah situasi itu, banyak warga memilih bertahan. Mereka enggan pindah ke posko pengungsian yang sudah disiapkan oleh pemerintah desa. Alasannya beragam, dari menjaga rumah hingga merawat ternak.
Sriyatun, salah seorang warga, adalah contohnya. Bersama suaminya, dia bolak-balik menggunakan perahu kecil dari rumahnya menuju ke jalan utama yang lebih tinggi.
"Sejak lima hari ini kebanjiran, aktivitas ini ya lumpuh, gunakan perahu. Di rumah itu sampai 75 sentimeter, kalau di pekarangan bisa 1 meter lebih karena lokasi juga dekat dengan sungai,"
Katanya saat ditemui di lokasi banjir yang masih menggenang. Sriyatun bersikukuh untuk tetap tinggal di rumah. Untuk sementara, seluruh keluarganya mengungsi ke bagian dapur yang masih kering.
"Ini aktivitas keluar misalnya cari makan, mau beri makan lele, kendaraan di parkir yang aman di masjid, gratis di sana," tambahnya menjelaskan rutinitas darurat yang kini dijalani.
Pemandangan perahu-perahu kayu yang lalu-lalang di antara rumah-rumah kini menjadi pemandangan sehari-hari di desa itu. Sebuah gambaran nyata tentang ketangguhan sekaligus kerentanan hidup di daerah yang akrab dengan ancaman luapan sungai.
Artikel Terkait
Dishub Imbau Pengendara Hindari Bundaran HI dan Sekitarnya Hari Ini Akibat Aksi Unjuk Rasa
Jelajahi Yogyakarta dalam Sehari: Wisata Sejarah, Kuliner, dan Budaya di Satu Rute Dekat
PLN Mobile Hadirkan Fitur Pantau Pemakaian Listrik Real-Time untuk Cegah Lonjakan Tagihan
BPK Apresiasi Kinerja BULOG, Serapan Gabah dan Beras Capai 77 Persen Target Nasional