Tak hanya cartridge kosong, sebuah jerigen berisi cairan diduga kuat etomidate juga diamankan. Volumenya hampir 5 liter. Sebagian sampel sudah dibawa ke Puslab BNN di Lido untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Yang mengerikan adalah dampaknya. Satu cartridge vape, kata Aldrin, berpotensi dipakai bergantian oleh 3 sampai 5 pengguna. Kalau 3.000 cartridge itu beredar, bisa dibayangkan berapa banyak korban yang berjatuhan.
"Kita hitung kasar saja, minimal 15.000 jiwa anak bangsa yang bisa terselamatkan dari operasi ini," tegasnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku ini hanya pelaksana lapangan. Mereka mengaku bekerja atas perintah seorang bos yang masih buron, berinisial A. Pencarian terhadap dalang ini masih terus dilakukan.
"Mereka berdua adalah warga negara asing yang membawa barang atas perintah bosnya. Siapa 'A' ini, masih kita dalami," tutur Aldrin.
Kedua tersangka kini terancam hukuman berat. Mereka dijerat dengan pasal-pasal yang ancamannya mulai dari penjara 5 tahun hingga hukuman mati. Operasi yang digelar Kamis sore lalu itu benar-benar mencegah malapetaka yang lebih besar. Bayangkan saja, Rp 18 miliar nilai kejahatan yang nyaris saja menggerogoti ribuan generasi muda.
Artikel Terkait
Buruh Usul Subsidi Upah Rp 200 Ribu, DPRD DKI: Anggaran Tak Cukup
Dua Ayam Dicuri, Kapolsek Turun Tangan dan Kasus Berakhir Damai
Sembunyi di Bawah Tanah: Rongga Karst dan Ancaman Lubang Runtuhan
Mantan Bos Garuda Ajukan PK, Bawa Dua Bukti Baru untuk Bebas