"Kami menyambut baik komitmen UEA," ungkap Eddy. Ia mengungkapkan bahwa komunikasi intensif dengan Masdar telah berjalan untuk memuluskan hal-hal administratif dan teknis.
Tak berhenti di situ, Eddy yang juga doktor Ilmu Politik UI ini menyampaikan peran legislatifnya. Kepada Suhail, ia menyebut sedang mendorong regulasi yang lebih ramah investasi. Saat ini, MPR sedang menyelesaikan RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBET), RUU Kelistrikan, serta revisi UU Migas.
"Saya secara individu juga mendorong pengesahan RUU Pengelolaan Perubahan Iklim sebagai upaya mitigasi dan adaptasi menghadapi dampak krisis iklim," lanjutnya.
Eddy punya pandangan yang lebih luas. Ia tak hanya mengajak UEA fokus pada panel surya terapung. Menurutnya, masih banyak potensi lain yang menunggu, seperti energi angin, panas bumi (geothermal), dan air. Peluang investasinya terbuka lebar.
"Kami juga mengajak UEA untuk berinvestasi membangun infrastruktur transmisi listrik berskala besar," tutup Eddy. Ia menekankan, ini penting untuk menghubungkan sumber energi terbarukan dengan daerah yang paling membutuhkan. Ini sekaligus bentuk komitmen mendukung visi Presiden Prabowo memperkuat ketahanan energi nasional.
Artikel Terkait
Mobil DFSK Terbakar di JORR, Seluruh Penumpang Selamat
BNN Gerebek Apartemen Mewah Jaksel, Ungkap Produksi Liquid Narkoba Vape
Jembatan Bambu yang Rawan di Bekasi Akhirnya Diganti Permanen
Ahok Batal Hadir sebagai Saksi Sidang Korupsi Pertamina Rp285 Triliun