Dia masih ingat betul saat kondisi di lokasi itu benar-benar parah. Sampah bukan cuma menumpuk, tapi sampai menutupi sebagian jalan. Bau menyengat jadi pemandangan sehari-hari. Sekarang sih sudah jauh berkurang, tapi tetap aja belum bersih total.
"Iya waktu itu, numpuk di sini. Ya bau, tapi ini kan udah diangkut terus ya," kenang Anwar.
Di sisi lain, Pemkot Tangerang Selatan rupanya masih serius menangani persoalan ini. Mereka bahkan memperpanjang status darurat penanggulangan sampah untuk dua pekan ke depan, hingga tanggal 19 Januari 2026.
Menurut Sekretaris BPBD Tangsel, Essa Nugraha, fokusnya sekarang ada di dua hal. Pertama, mengoptimalkan pembersihan dan pengangkutan. Kedua, yang mungkin lebih sulit, adalah menegakkan perilaku buang sampah yang benar di masyarakat.
Jadi, meski terpal biru dan spanduk merah sudah berdiri, pertarungan melawan sampah di Cimanggis jelas belum berakhir.
Artikel Terkait
Dokter Gedung Putih Jelaskan Ruam di Leher Trump sebagai Efek Samping Perawatan Kulit
Tanah Bergerak di Bogor Rusak Tiga Rumah, 15 Jiwa Terdampak
Ruas Tol Bawen-Ambarawa Ditargetkan Operasional Saat Mudik Lebaran 2026
DPR Dukung Upaya Prabowo Jadi Mediator AS-Israel-Iran