Klaim datang dari Washington. Gedung Putih dengan tegas menyatakan bahwa pemerintah Iran membatalkan ratusan eksekusi mati yang telah dijadwalkan. Apa penyebabnya? Tekanan langsung dari Presiden AS Donald Trump, yang terus mengkritik tindakan keras Teheran terhadap para demonstran.
Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, memberikan pernyataan ini kepada awak media pada Kamis lalu.
"Presiden memahami hari ini bahwa 800 eksekusi mati yang dijadwalkan dan seharusnya dilakukan kemarin telah dihentikan," ujarnya.
Namun begitu, nada peringatan tidak serta merta hilang. Leavitt menegaskan bahwa semua opsi, termasuk tindakan militer, masih sangat terbuka di meja Presiden Trump. Ia menambahkan bahwa presiden telah menyampaikan ancaman konsekuensi serius jika pembunuhan terhadap pengunjuk rasa terus terjadi.
Artikel Terkait
Sultan Cirebon Minta Dukungan Revitalisasi Keraton Kasepuhan ke Kemendikbud
Melaney Ricardo Ungkap Pengalaman Nyaris Tewas Usai Hura-hura di Kelab Malam
ASDP Siapkan Strategi Penyebaran dan Diskon untuk Antisipasi Lonjakan Mudik Lebaran 2026
Presiden Prabowo Ngabuburit ke Museum Nasional, Apresiasi Revitalisasi Warisan Budaya