Persoalan tak berhenti di situ. Mualem juga melaporkan kerusakan parah pada sektor pertanian. Sekitar 50 ribu hektar sawah di Aceh masih tertimbun lumpur sisa bencana. Bayangkan saja, lahan seluas itu tak bisa ditanami. Kalau dibiarkan, ancamannya jelas: angka kemiskinan dan pengangguran bakal melonjak.
Di sisi lain, Mualem turut menyoroti masalah di sektor kelautan. Dalam pertemuan itu, ia secara khusus meminta perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan. Persoalan sedimentasi atau pendangkalan di muara dan kuala, katanya, sangat mengganggu. Padahal, seperempat penduduk Aceh menggantungkan hidupnya dari laut.
Laporan dari lapangan ini menggambarkan sebuah pemulihan yang berjalan tertatih. Pasca air surut dan tanah longsor berhenti, ternyata perjuangan warga Aceh untuk kembali beraktivitas normal masih panjang.
Artikel Terkait
Anggota DPR Bantah Program Makan Bergizi Gerus Dana Infrastruktur Pendidikan
Hillcon Masuk Papan Pemantauan Khusus Tahap II, Saham Anjlok 77% dalam Sebulan
Pemerintah Kalsel Pastikan Stok Pangan Aman hingga Lebaran Meski Harga Naik
Istri Pengusaha Ternama Tewas dalam Kecelakaan Moge di Kulon Progo