Persoalan tak berhenti di situ. Mualem juga melaporkan kerusakan parah pada sektor pertanian. Sekitar 50 ribu hektar sawah di Aceh masih tertimbun lumpur sisa bencana. Bayangkan saja, lahan seluas itu tak bisa ditanami. Kalau dibiarkan, ancamannya jelas: angka kemiskinan dan pengangguran bakal melonjak.
Di sisi lain, Mualem turut menyoroti masalah di sektor kelautan. Dalam pertemuan itu, ia secara khusus meminta perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan. Persoalan sedimentasi atau pendangkalan di muara dan kuala, katanya, sangat mengganggu. Padahal, seperempat penduduk Aceh menggantungkan hidupnya dari laut.
Laporan dari lapangan ini menggambarkan sebuah pemulihan yang berjalan tertatih. Pasca air surut dan tanah longsor berhenti, ternyata perjuangan warga Aceh untuk kembali beraktivitas normal masih panjang.
Artikel Terkait
Wartawan Lagi Liput Curanmor, Malah Motornya Sendiri yang Raib
RUU Perampasan Aset: Ujian Nyata Komitmen DPR Berantas Korupsi
Cak Imin Peringatkan Ancaman Kemiskinan dan Tergerusnya Kelas Menengah Akibat Bencana Sumatera
Genangan Air Kembali Serbu Desa Idaman, Ratusan Jiwa Terdampak