Persoalan tak berhenti di situ. Mualem juga melaporkan kerusakan parah pada sektor pertanian. Sekitar 50 ribu hektar sawah di Aceh masih tertimbun lumpur sisa bencana. Bayangkan saja, lahan seluas itu tak bisa ditanami. Kalau dibiarkan, ancamannya jelas: angka kemiskinan dan pengangguran bakal melonjak.
Di sisi lain, Mualem turut menyoroti masalah di sektor kelautan. Dalam pertemuan itu, ia secara khusus meminta perhatian Kementerian Kelautan dan Perikanan. Persoalan sedimentasi atau pendangkalan di muara dan kuala, katanya, sangat mengganggu. Padahal, seperempat penduduk Aceh menggantungkan hidupnya dari laut.
Laporan dari lapangan ini menggambarkan sebuah pemulihan yang berjalan tertatih. Pasca air surut dan tanah longsor berhenti, ternyata perjuangan warga Aceh untuk kembali beraktivitas normal masih panjang.
Artikel Terkait
KPK Petakan Titik Rawan Korupsi di Program Makan Bergizi Gratis
Andre Rosiade Salurkan 5.000 Paket Sembako dan Janjikan Program Jangka Panjang di Dharmasraya
Polresta Serang Kota Tangkap Otak Pencurian Motor yang Juga Edarkan Sabu
Kemacetan Parah Landa Tol Jakarta-Tangerang, Perjalanan 35 Menit Membengkak Jadi 3 Jam