Banjir lagi. Itu mungkin yang terpikir oleh warga di beberapa wilayah Pandeglang, Banten, saat hujan deras mengguyur. Nyaris tiap tahun, genangan air datang, mengganggu aktivitas, dan merusak rumah. Kali ini, Agus Khatibul Umam, Ketua DPRD setempat, merasa sudah cukup. Ia mendesak pemerintah kabupaten untuk segera mencari solusi permanen, bukan sekadar tanggap darurat.
"Soal banjir paling tidak bisa diatasi. Harus dicarikan solusinya," tegas Agus.
Ia menyampaikan hal itu Kamis lalu, saat menyerahkan bantuan untuk korban di Desa Idaman, Kecamatan Patia. Menurutnya, curah hujan tinggi memang pemicu, tapi yang jadi masalah adalah luapan Sungai Cilemer dan Ciliman yang tak terbendung. Beberapa daerah di selatan Pandeglang pun jadi langganan banjir.
Solusinya? Agus punya usulan konkret. "Dibikin tanggul, atau waduk," ucapnya singkat.
Namun begitu, ia mengakui bahwa realisasi ide itu tidak mudah. Anggaran daerah terbatas, sehingga membangun infrastruktur semacam itu untuk jangka panjang terasa berat. Itulah sebabnya, ia menekankan pentingnya komunikasi yang lebih intens. Pemkab, dalam pandangannya, harus aktif menjalin koordinasi dengan pemerintah provinsi dan pusat untuk mendapatkan bantuan pendanaan.
"Kita masih bicara soal anggaran belum ada, tapi komunikasi dengan pusat itu ada untuk membantu wilayah Kecamatan Patia," jelas Agus.
Artikel Terkait
101 Atlet SEA Games 2025 Siap Berlabuh di Institusi Polri
Kapolda Riau Serukan Natal sebagai Titik Balik Pelestarian Lingkungan
Gubernur Sumbar Buka Suara: Data Kerusakan Rumah Pascabanjir Lebih dari Dua Kali Lipat Catatan Pusat
Pascabencana, Warga Aceh Masih Terpaksa Gunakan Rakit untuk Aktivitas Sehari-hari