Di sisi lain, persoalan mendesak juga tak boleh diabaikan. Agus menekankan agar Pemkab lebih memperhatikan kebutuhan logistik warga yang terdampak. Koordinasi dengan pemerintah desa setempat ia anggap kunci, agar bantuan tepat sasaran dan tidak ada yang kelaparan di tengah kesulitan.
"Harus diperhatikan juga kebutuhan bayi, keluarga, jangan sampai kekurangan, harus ada koordinasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah desa," katanya lagi.
Skala bencana kali ini memang cukup besar. Sehari sebelumnya, Rabu (14/1), Kepala BPBD Pandeglang Riza Ahmad Kurniawan memberikan data yang cukup mencengangkan. Menurut catatannya, banjir telah berdampak pada sekitar 29 ribu jiwa.
"Dari 12 kecamatan, ada 7.000 KK, sekitar 29 ribu jiwa," papar Riza kepada para wartawan.
Angka itu jelas bukan hal sepele. Dan bagi Agus serta warga yang terus menerus was-was setiap musim hujan, langkah nyata harus segera dimulai, sebelum banjir berikutnya datang lagi.
Artikel Terkait
FPI Desak Presiden Prabowo Sampaikan Belasungkawa Terbuka Atas Gugurnya Pemimpin Iran
Jepara Gelar Pameran Mebel Internasional dengan Konsep Jelajah Klaster Industri
Polisi Selidiki Pencurian Uang Takziah oleh Wanita Berpura-pura Melayat di Kramat Jati
DPR Dorong Insentif Pemerintah untuk Dongkrak Daya Saing Industri Makanan dan Minuman Lokal