Kategori lain seperti BUM Desa Bersama dan Duta BUM Desa juga punya pemenangnya masing-masing. Sementara untuk Liga Desa, Piala Bergilir berhasil dibawa pulang oleh Desa Karanggondang dari Jepara.
Nah, tahap kedua menghadirkan nuansa yang lebih kekinian. Raffi Ahmad hadir sebagai pemberi penghargaan untuk lomba-lomba seperti E-Sports, Festival Film Desa, Festival YouTuber Desa, dan Lomba Pemuda Pelopor Desa.
Desa Mangliawan di Malang jadi juara e-sports, sementara film "Mijil" dari Desa Candirejo, Gunungkidul, menang di festival film. Ada juga Ardi Darmawan dari Salatiga yang dinobatkan sebagai YouTuber Desa terbaik.
Lomba Pemuda Pelopor punya kategori beragam, dari kewirausahaan sampai ekonomi digital. Ni Made Bintang Handayani (Bali) dan Muhamad Burhanudin (Jawa Tengah) adalah sebagian nama yang muncul sebagai juara.
Tak kalah seru, tahap ketiga menampilkan lomba dari kementerian dan lembaga lain. Mulai dari Lomba Desa Digital yang dimenangi Desa Duda Timur (Karangasem), Lomba Desa Ekspor oleh CV Gapoktan Ngudi Luhur (Magelang), sampai perlombaan inovasi pengelolaan sampah dan ketahanan pangan.
Penghargaan untuk Desa Wisata Nusantara diberikan langsung oleh Ketua DPD RI. Desa Melung (Banyumas) dan Desa Jagara (Kuningan) keluar sebagai pemenang di kategori berbeda.
Acara besar ini dihadiri oleh ribuan peserta. Mulai dari kepala desa se-Jawa Tengah, perwakilan asosiasi desa se-Indonesia, hingga jajaran Forkopimda dan para ketua PKK. Beberapa menteri Kabinet Merah Putih juga hadir memenuhi undangan.
Bagi yang tidak bisa datang, rangkaian acara bisa disaksikan via live streaming di beberapa platform.
Peringatan Hari Desa Nasional 2026 ini dipersembahkan oleh Kementerian Desa dan PDT RI, dengan dukungan penuh dari sejumlah BUMN terkemuka seperti BRI, BNI, Mandiri, Pupuk Indonesia, dan Bank Syariah Indonesia.
Artikel Terkait
Percakapan Plastik Ammar Zoni Jadi Sorotan di Sidang Narkoba
Mengembalikan Pilkada ke DPRD: Solusi Efisiensi atau Pengkhianatan Konstitusi?
Pratikno Soroti Data Akurat sebagai Kunci Rehabilitasi Pascabencana Sumatera
Misbakhun Dorong Pilkada Lewat DPRD: Evaluasi Dua Dekade Demokrasi Langsung