Di tengah musim hujan yang kerap membawa duka, ada secerca harapan yang datang dari tempat yang mungkin tak terduga. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) baru-baru ini mendonasikan seluruh hasil penjualan panen raya mereka untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Aksi sosial ini merupakan wujud nyata dari program pemberdayaan di lingkungan lapas.
Totalnya cukup mencengangkan. Dari kegiatan Panen Raya Serentak yang digelar di seluruh unit pelayanan teknis pada Januari lalu, terkumpul 123.557 kilogram komoditas pangan. Hasil ini berasal dari beragam sektor, mulai dari pertanian dan perkebunan, peternakan, hingga perikanan.
Acara puncak panen raya itu sendiri dipusatkan di Lapas Kelas I Cirebon, Jawa Barat, Kamis (15/1/2026) lalu. Menteri Agus Andrianto hadir langsung memimpin, sementara seluruh lapas di Indonesia mengikuti secara virtual.
Dalam kesempatan itu, Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menjelaskan tujuan penggalangan bantuan.
"Hasil panen didonasikan kepada masyarakat yang terdampak bencana alam di wilayah Aceh, Sumut, Sumbar. Bantuannya bermacam-macam, antara lain untuk pembangunan sumur bor dan kebutuhan dasar lainnya. Ini sebagai wujud solidaritas dan kepedulian sosial kita," ujar Mashudi.
Namun begitu, Menteri Agus rupanya ingin memastikan satu hal penting: keikhlasan. Ia pun menyempatkan diri menanyakan hal itu langsung kepada Dirjenpas.
"Terima kasih Pak Dirjen. Kalau tadi disampaikan, ini semua hasilnya atau keuntungannya aja yang mau disumbangkan?" tanya Menteri Agus.
"Seluruhnya, Pak," jawab Mashudi.
"Ikhlas?" tanya Menteri Agus memastikan sekali lagi.
"Ikhlas," tegas Mashudi, didukung oleh para pegawai yang hadir.
Rupanya, pertanyaan serupa juga dilemparkan ke para peserta virtual. Menteri Agus menyapa para kepala kantor wilayah dan kepala lapas yang hadir melalui layar.
"Ini teman-teman yang ikut secara virtual benar-benar ikhlas atau enggak ini? Yang panen udang Vaname ikhlas enggak? Yang di Nusakambangan ikhlas nggak yang disumbangkan nanti panen parsialnya? Ikhlas?" tanyanya lagi.
"Ikhlas, Pak!" jawab mereka serentak.
Lalu, seperti apa rincian hasil panen yang mengesankan itu? Sebagian besar berasal dari sektor pertanian dan perkebunan seperti padi, jagung, holtikultura, hingga kelapa yang menyumbang 99.930 kilogram. Sektor peternakan, dengan komoditas ayam, bebek, kambing, dan domba, menyusul dengan 4.019 kilogram. Sementara itu, sektor perikanan yang mencakup ikan lele, nila, patin, dan udang Vaname, berhasil mengumpulkan 19.608 kilogram.
Semuanya berjumlah 123.557 kilogram. Sebuah kontribusi yang tidak kecil, yang menunjukkan bahwa nilai-nilai kepedulian dan produktivitas bisa tumbuh di mana saja.
Artikel Terkait
Jembatan Peninggalan Belanda di Klaten Hidup Kembali Setelah 13 Tahun
Karnaval Paskah Semarakkan Semarang, Kibarkan Bendera Raksasa dan Semangat Kebersamaan
Pertamina Patra Niaga Raih Empat Penghargaan Indonesia WOW Brand 2026
Presiden Prabowo Tandatangani Perpres Pengelolaan Kesehatan Terpadu