Warga Patia dan Pagelaran Cemas, Banjir Keempat Tahun Ini Belum Juga Surut

- Kamis, 15 Januari 2026 | 12:35 WIB
Warga Patia dan Pagelaran Cemas, Banjir Keempat Tahun Ini Belum Juga Surut

Hujan masih mengguyur dengan derasnya di Patia dan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang. Anginnya pun kencang. Situasi ini bikin warga was-was, jangan-jangan air banjir yang baru saja surut bakal naik lagi.

Perasaan khawatir itu jelas terasa. Seperti yang diungkapkan Encun Surtiah, warga Desa Surianen Patia, saat ditemui Kamis lalu.

"Kalau hujan begini terus, takut hujan naik lagi,"

Bagi Encun dan tetangganya, banjir seolah jadi langganan buruk di awal tahun ini. Katanya, ini sudah yang keempat kalinya. Tapi yang satu pekan terakhir ini rasanya paling menjadi-jadi. Ketinggian air tak biasa, dan genangannya bertahan lama, hampir enam hari belum sepenuhnya surut.

"Sudah empat kali banjir dari awal tahun, namun yang pekan ini paling tinggi dan bertahan lama,"

Dampaknya langsung terasa di kehidupan sehari-hari. Akses jalan lumpuh total, terendam air. Buat yang perlu ke desa sebelah, seperti Desa Idaman, pilihannya cuma satu: naik perahu. Mobilitas warga pun jadi sangat terganggu.

Di sisi lain, dari pantauan BPBD setempat, ada sedikit kabar baik. Di wilayah Pagelaran, air mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Sayangnya, ceritanya berbeda di Desa Idaman, Kecamatan Patia.

Sekretaris BPBD Pandeglang, Nana Mulyana, mengonfirmasi bahwa di Idaman, genangan masih cukup dalam.

"Desa Idaman Patia masih tinggi, ketinggian sekitar 30-50 sentimeter,"

Secara keseluruhan, bencana ini jangkauannya cukup luas. Nana menyebut ada 12 kecamatan di selatan Pandeglang yang ikut terdampak. Jumlah warganya yang terkena imbas tidak sedikit, mencapai sekitar 29.000 jiwa yang tersebar di 40 desa.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar