Hujan masih mengguyur dengan derasnya di Patia dan Pagelaran, Kabupaten Pandeglang. Anginnya pun kencang. Situasi ini bikin warga was-was, jangan-jangan air banjir yang baru saja surut bakal naik lagi.
Perasaan khawatir itu jelas terasa. Seperti yang diungkapkan Encun Surtiah, warga Desa Surianen Patia, saat ditemui Kamis lalu.
"Kalau hujan begini terus, takut hujan naik lagi,"
Bagi Encun dan tetangganya, banjir seolah jadi langganan buruk di awal tahun ini. Katanya, ini sudah yang keempat kalinya. Tapi yang satu pekan terakhir ini rasanya paling menjadi-jadi. Ketinggian air tak biasa, dan genangannya bertahan lama, hampir enam hari belum sepenuhnya surut.
"Sudah empat kali banjir dari awal tahun, namun yang pekan ini paling tinggi dan bertahan lama,"
Dampaknya langsung terasa di kehidupan sehari-hari. Akses jalan lumpuh total, terendam air. Buat yang perlu ke desa sebelah, seperti Desa Idaman, pilihannya cuma satu: naik perahu. Mobilitas warga pun jadi sangat terganggu.
Di sisi lain, dari pantauan BPBD setempat, ada sedikit kabar baik. Di wilayah Pagelaran, air mulai menunjukkan tanda-tanda surut. Sayangnya, ceritanya berbeda di Desa Idaman, Kecamatan Patia.
Sekretaris BPBD Pandeglang, Nana Mulyana, mengonfirmasi bahwa di Idaman, genangan masih cukup dalam.
"Desa Idaman Patia masih tinggi, ketinggian sekitar 30-50 sentimeter,"
Secara keseluruhan, bencana ini jangkauannya cukup luas. Nana menyebut ada 12 kecamatan di selatan Pandeglang yang ikut terdampak. Jumlah warganya yang terkena imbas tidak sedikit, mencapai sekitar 29.000 jiwa yang tersebar di 40 desa.
Artikel Terkait
Ekspor Unggas Indonesia Tembus Rp18,2 Miliar di Kuartal I 2026
Kekalahan dari City Buat Posisi Puncak Arsenal di Premier League Terancam
Jusuf Kalla Dituding Picu Perpecahan, Padahal Rekam Jejaknya sebagai Juru Damai Tak Terbantahkan
Spanyol Desak Uni Eropa Putus Perjanjian Asosiasi dengan Israel