Presiden Prabowo Subianto mengundang para rektor dan guru besar ke Istana Negara, Kamis (15/1/2026). Pertemuan itu bukan sekadar seremoni biasa. Menurut Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, agenda ini punya tujuan yang cukup spesifik: Presiden ingin berbagi pandangan langsung tentang kondisi terkini bangsa, plus rencana-rencana besar yang sedang disiapkan pemerintah.
“Jadi hari ini memang ada agenda dari Bapak Presiden,” jelas Prasetyo, atau yang akrab disapa Pras, kepada para wartawan di kompleks Istana. Ia menekankan, ini bukan soal ‘memanggil’, melainkan undangan untuk berdiskusi. Sebagai kepala negara dan pemerintahan, Prabowo ingin menyampaikan update terkait situasi dalam negeri dan dinamika geopolitik global yang terus berubah. “Serta rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan,” tambahnya.
Rupanya, pertemuan ini adalah bagian dari fokus intensif Presiden pada sektor pendidikan selama sepekan terakhir. Pemerintah, kata Pras, menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama, sejajar dengan upaya mencapai swasembada pangan dan energi. Tanpa sumber daya manusia yang mumpuni, target-target besar itu tentu sulit diraih.
“Oleh karena itulah, Bapak Presiden melakukan banyak komunikasi dengan berbagai pihak,” ujar Pras.
“Dan hari ini kebetulan jadwalnya adalah beliau akan berdiskusi dan membangun komunikasi kepada para rektor, guru besar, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta.”
Artikel Terkait
Trump Bekukan Visa Imigran dari 75 Negara, Brasil dan Thailand Ikut Terdampak
Guru SMK di Jambi Dikeroyok Murid Usai Tegur Siswa di Kelas
Truk Mundur Tak Terkendali, Fortuner Ringsek di Depok
Ketua PDIP Jabar Diperiksa KPK Terkait Kasus Ijon Proyek Rp 9,5 Miliar