Suasana di Iran kian memanas. Menyikapi hal itu, pemerintah Polandia tak lagi main-main. Lewat Kementerian Luar Negeri, mereka secara resmi mendesak seluruh warganya untuk segera keluar dari negara tersebut. Seruan ini muncul di tengah gelombang demonstrasi besar yang melanda Iran, menciptakan situasi yang dinilai tidak menentu.
“Kementerian Luar Negeri mendesak agar segera meninggalkan Iran dan menyarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke negara ini,”
Begitu bunyi pernyataan resmi yang diunggah di media sosial X, seperti dilaporkan oleh Reuters dan Al Arabiya, Kamis (15/1/2026). Peringatan itu jelas dan tegas, tanpa basa-basi.
Polandia ternyata bukan satu-satunya. Sehari sebelumnya, tepatnya Rabu (14/1), pemerintah Italia sudah lebih dulu mengambil langkah serupa. Mereka juga meminta warganya untuk segera pergi dari Iran, mengutip alasan keamanan yang memburuk.
Menurut data Kementerian Luar Negeri Italia, ada sekitar 600 warga negara mereka di sana. Sebagian besar bermukim di sekitar ibu kota, Teheran.
Lalu, perkembangan apa yang terjadi di lapangan? Ternyata, otoritas Iran sendiri sudah bertindak. Mereka menutup sementara wilayah udaranya. Kabar ini dilansir oleh Anadolu Agency, juga pada Kamis (15/1). Penutupan berlaku mulai hari ini. Yang masih diizinkan terbang hanyalah penerbangan sipil internasional, itupun harus sudah dapat izin khusus sebelumnya.
Intinya, semua lalu lintas udara lain langsung ditangguhkan. Penerbangan yang masuk maupun keluar Iran terkena dampaknya. Sampai kapan kebijakan ini berlaku? Itu masih jadi tanda tanya besar. Situasinya benar-benar berkembang cepat, dan langkah-langkah evakuasi dari berbagai negara sepertinya makin mendesak.
Artikel Terkait
Pelaku Copet Diarak dengan Kalung Saya Copet di Stasiun Tanah Abang
Mantan Sopir Truk Sidrap Berangkat Haji Setelah 16 Tahun Antre dan Tabungan Recehan
Wamendagri Minta Daerah Perbarui Data untuk Ketepatan Sasaran PBI JKN
Israel Gelar Festival LGBT Terbesar di Timur Tengah di Tengah Situasi Konflik