Di sebuah kos di kawasan Pangkalan Jati, Cinere, suasana Rabu sore itu tiba-tiba berubah mencekam. Seorang mahasiswi berusia 22 tahun, yang dikenal dengan inisial IP, ditemukan tak bernyawa di teras tempat tinggalnya. Keadaannya mengenaskan dia muntah darah sebelum akhirnya tergeletak tak berdaya.
Kapolsek Cinere, Kompol Chairul Saleh, mengonfirmasi kabar duka ini.
"Ya, korban adalah mahasiswa Universitas Nasional, tinggal seorang diri," ujarnya ketika dihubungi pada Rabu (14/1/2026).
Peristiwa ini berlangsung sekitar pukul empat lebih sore. Menurut sejumlah saksi, korban sebelumnya terlihat sedang mengikuti kuliah online dari dalam kamarnya. Tiba-tiba saja, dia keluar dengan kondisi yang sangat mengenaskan.
Saksi mata berinisial SN menggambarkan momen menegangkan itu. IP terlihat keluar dari kosnya, lalu muntah darah dan langsung ambruk di depan rumah kontrakannya.
Melihat kejadian itu, SN pun tak tinggal diam. Dia segera berteriak minta tolong dan bersama warga sekitar berusaha mengevakuasi korban. Sayangnya, nyawa IP tak tertolong.
Tim Inafis Polres Metro Depok yang dipimpin Ipda Hendri, bersama dokter jaga dari UPT Cinere, tiba di lokasi tak lama kemudian, sekitar pukul lima sore. Mereka segera melakukan pemeriksaan mendasar.
Hasilnya? Tidak ada tanda-tanda kekerasan sama sekali pada tubuh almarhumah, termasuk di area alat kelamin. Hanya ada bercak darah di sekitar mulutnya. Dari situ, dugaan sementara mengarah pada kemungkinan penyakit yang diderita korban.
"Dugaan sementara, korban meninggal dunia karena sakit," tegas Kapolsek Chairul Saleh menjelaskan temuan awal itu.
Kini, keluarga harus berhadapan dengan kenyataan pahit. Jasad IP rencananya akan dibawa pulang ke kampung halamannya di Toraja, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan. Sebuah akhir perjalanan yang terlalu cepat bagi seorang mahasiswi yang masih menuntut ilmu.
Artikel Terkait
Semarang Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional ke-31 pada September 2026
Anggota DPR Ingatkan Bahaya Penyusutan Aset Sitaan, Usul Bentuk Badan Khusus
Saksi Ungkap Asal-Usul Julukan Sultan Kemnaker di Sidang Tipikor
Polisi Ungkap Motif Balas Dendam di Balik Penusukan Ketua Golkar Maluku Tenggara