Di sebuah kos di Pangkalan Jati, Cinere, suasana mendadak berubah mencekam Rabu sore lalu. IP, seorang mahasiswi 22 tahun, ditemukan tewas di teras tempat tinggalnya. Menurut kesaksian, ia sempat terlihat muntah darah sebelum akhirnya meninggal.
Saksi kunci, SN, mengisahkan detik-detik sebelum kejadian. Ia mendengar panggilan dari IP sekitar pukul empat lewat seperempat.
"Bude sini bude," begitu kira-kira suara yang didengar SN, seperti diungkapkan Kapolsek Cinere Kompol Chairul Saleh.
Mendengar itu, SN segera membuka pintu. Apa yang dilihatnya sungguh memilukan. IP sudah duduk lesu di lantai teras, mulutnya belepotan darah. Ada muntahan berceceran di lantai.
"Tidak berselang lama, korban langsung tergeletak sambil terus mengeluarkan darah dari mulutnya," jelas Chairul lebih lanjut.
SN pun berteriak minta tolong. Warga berkerumun, berusaha menolong. Sayangnya, semuanya sudah terlambat. Nyawa IP tak tertolong lagi.
Mahasiswa UNAS yang Tinggal Sendiri
Dari keterangan polisi, korban diketahui berkuliah di Universitas Nasional (UNAS). Ia menghuni kos itu sendirian.
"Ya, mahasiswa UNAS. Tinggal seorang diri," tutur Kapolsek.
Menurut informasi dari saksi lain, sore itu IP sedang menjalani kuliah daring dari dalam kamarnya. Tiba-tiba saja, ia keluar dengan kondisi yang mengenaskan.
"Almarhum masih kuliah online, lalu tiba-tiba keluar sambil muntah darah dan jatuh di depan rumah kontrakannya," ujarnya.
Tim Inafis Polres Metro Depok dan dokter jaga tiba sekitar pukul lima sore. Setelah diperiksa, tak ada tanda-tanda kekerasan pada jasad IP. Polisi sementara ini menyimpulkan kematian disebabkan oleh sakit. Keluarga berencana memulangkan jasadnya ke Toraja, Sulawesi Selatan, untuk dimakamkan di sana.
Artikel Terkait
Australia Alokasikan Rp145 Miliar untuk Pendidikan Bahasa Indonesia, Anggota Parlemen Serukan Oke Gas
Iran Lancarkan Serangan Rudal ke Israel sebagai Balasan atas Serangan di Beirut
Gempa M 7,7 Guncang Filipina, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami untuk Sejumlah Wilayah Indonesia
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari Sejumlah Dubes Negara Sahabat di Istana