Palet Warna di Jalur Merah: Kisah Tersembunyi di Balik Dinding Stasiun KRL

- Rabu, 14 Januari 2026 | 12:05 WIB
Palet Warna di Jalur Merah: Kisah Tersembunyi di Balik Dinding Stasiun KRL

Kalau kamu pengguna harian KRL Commuter Line jalur Manggarai-Jakarta Kota, pasti akrab dengan desak-desakan di jam sibuk. Tapi di balik kerumunan itu, ada cerita menarik yang berjejer di enam stasiun yang dilewati. Masing-masing punya warna khas, bukan sekadar hiasan, tapi punya sejarah dan fungsinya sendiri.

Para roker atau rombongan kereta biasa menyebut jalur padat ini sebagai Red Line. Nah, dari Manggarai menuju Jakarta Kota, kamu akan melewati Cikini, Gondangdia, Juanda, Sawah Besar, Mangga Besar, dan terakhir Jayakarta. Stasiun-stasiun ini ikonik banget.

Ambil contoh Stasiun Cikini. Begitu masuk, suasana cokelat langsung menyergap. Keramik, pilar, hingga area peron didominasi warna tanah yang hangat. Lalu, suasana berubah total begitu kereta meluncur ke Gondangdia. Di sini, kuning cerah menyambut, bikin hati sedikit lebih terang.

Stasiun Juanda? Biru jadi rajanya. Ada beberapa gradasi yang digunakan, memberi kesan tenang. Setelah itu, Sawah Besar hadir dengan nuansa ungu muda yang kalem. Berbeda lagi dengan Mangga Besar yang mencolok dengan oranye energik. Sebelum akhirnya tiba di Jakarta Kota, kamu disuguhi pemandangan mentereng warna pink fanta di Stasiun Jayakarta.

Menurut sejumlah saksi, pemilihan warna-warna ini dulu sangat fungsional. “Zaman dulu kan belum ada pengumuman otomatis di setiap pemberhentian,” jelas seorang sumber yang familiar dengan operasional KRL. Warna-warna terang itu dipilih sebagai penanda visual, membantu penumpang mengenali stasiun tujuannya dengan lebih mudah.

Ani (66), seorang penumpang yang hendak naik di Juanda, mengiyakan. “Iya sadar dengan perbedaan warna tiap stasiun. Makanya suka gini, 'daerah ini oh warnanya ini',” katanya sambil tersenyum.


Halaman:

Komentar