Rabu pagi di Rasuna Said, suasana sedikit berbeda. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, berdiri di dekat Halte LRT Setia Budi. Ia menatap deretan tiang besi monorel yang sudah karatan dan mangkrak bertahun-tahun. Kali ini, ia datang untuk menyaksikan akhir dari 'monumen' itu. Menariknya, mantan Gubernur Sutiyoso atau Bang Yos, yang dulu meresmikan proyek ini, turut mendampingi.
Pukul 08.57 WIB, Pramono dengan kemeja dinas putihnya sudah berada di lokasi. Di sampingnya, ada Wagub Rano Karno, Sekda Uus Kuswanto, serta sejumlah kepala dinas terkait seperti Syafrin Liputo (Dishub) dan Heru Suwondo (Bina Marga). Mereka tampak serius mengamati tiang-tiang yang akan segera dipotong. Suara bising lalu lintas menjadi latar yang tak terhindarkan.
Tak jauh dari situ, alat berat dan mesin las potong sudah disiapkan. Persis pukul 09.07 WIB, petugas Bina Marga mulai bekerja. Bunyi mesin memecah kesunyian pagi, memotong besi pertama. Pramono dan rombongan menyaksikan proses itu dalam diam. Akhirnya, aset yang terlantar itu mulai dibongkar.
Di sisi lain, arus lalu lintas tetap harus dijaga. Petugas Dishub berjaga di beberapa titik, mengatur kendaraan yang melintas. Satu mobil operasional Dishub diparkir dengan pesan di layar LED-nya.
Begitu bunyinya. Meski satu jalur lambat ditutup, situasi di Rasuna Said arah Gatot Subroto terpantau masih ramai lancar. Kendaraan bergerak pelan, tapi tak sampai macet total.
Artikel Terkait
AS Cap Tiga Cabang Ikhwanul Muslimin di Timur Tengah Sebagai Teroris
Setelah 22 Tahun Mangkrak, 109 Tiang Monorel Rasuna Said Akhirnya Dibongkar
Grok AI dan Kemarahan Global: Ketika Teknologi Melampaui Batas Kemanusiaan
Polisi Turun Tangan, Beri Layanan Kesehatan ke Pengungsi Banjir Benda