"Bukan jembatan darurat yang bagus," jelas Ailan. "Mereka bikinnya dari batang kelapa. Ya, akhirnya kena banjir juga dan hanyut."
Ceritanya jadi lebih kompleks. Rupanya, Pemerintah Desa Salube sempat punya rencana untuk membangun jembatan yang lebih permanen di lokasi itu. Namun, rencana itu urung dilakukan.
Anggaran dana desa yang semula dianggarkan untuk jembatan, dialihkan. Digunakan untuk membangun koperasi merah putih. Pilihan yang, pada akhirnya, membuat warga harus menghadapi risiko seperti ini ketika ada yang meninggal.
Artikel Terkait
Tiang Monorel Rasuna Said Akhirnya Runtuh, Lalu Lintas Dijamin Tak Tersendat
Iran Tuding AS Cari-Cari Dalih untuk Invasi Militer
Cemburu Berujung Maut, Suami Siri Piting Terapis di Bekasi
Di Balik Skandal Chromebook: Kisah ASN Dicopot karena Tolak Arahan Nadiem