"Bukan jembatan darurat yang bagus," jelas Ailan. "Mereka bikinnya dari batang kelapa. Ya, akhirnya kena banjir juga dan hanyut."
Ceritanya jadi lebih kompleks. Rupanya, Pemerintah Desa Salube sempat punya rencana untuk membangun jembatan yang lebih permanen di lokasi itu. Namun, rencana itu urung dilakukan.
Anggaran dana desa yang semula dianggarkan untuk jembatan, dialihkan. Digunakan untuk membangun koperasi merah putih. Pilihan yang, pada akhirnya, membuat warga harus menghadapi risiko seperti ini ketika ada yang meninggal.
Artikel Terkait
Seskab Tegaskan Anggaran Pendidikan Naik, Bantah Isu Dipangkas untuk Program Makan Gratis
Misbakhun Jalani Puasa Daud Konsisten Sejak Jadi Anggota DPR
Insanul Fahmi Akui Pisah Rumah dengan Inara Rusli, Fokus Rujuk dengan Istri Pertama
Fatwa MUI Buka Peluang Zakat Biayai Jaminan Sosial Nelayan Tradisional