Padahal, faktanya, sejauh ini tidak ada satu pun negara yang secara terbuka mengklaim atau berusaha merebut pulau tersebut. Tapi bagi Trump, ancaman itu nyata.
Di sisi lain, dia mengaku tetap terbuka untuk bernegosiasi. "Greenland harus membuat kesepakatan, karena Greenland tidak ingin melihat Rusia atau China mengambil alih," tegasnya. Dia seolah memberi pilihan: bekerja sama dengan AS, atau menghadapi kekuatan lain yang lebih menyeramkan.
Namun begitu, nada merendahkan kembali muncul. Setelah membahas ancaman Rusia dan China yang punya "kapal perusak dan kapal selam di mana-mana", Trump kembali ke soal pertahanan Greenland. Dengan nada sinis, dia bertanya retoris, "Anda tahu apa pertahanan mereka, dua kereta luncur anjing."
Pernyataan itu, seperti biasa, langsung memicu berbagai reaksi. Bagi sebagian orang, itu adalah gaya negosiasi Trump yang blak-blakan. Bagi yang lain, itu adalah ejekan yang tidak pantas terhadap sebuah bangsa.
Artikel Terkait
Jadwal Imsak dan Salat untuk Medan, 10 Ramadan 1447 H / 28 Februari 2026
Polisi Gagalkan Perang Sarung di Surabaya, 16 Orang Diamankan Bawa Senjata Tajam
KPK Ingatkan Penggunaan Anggaran Daerah Usai Polemik Mobil Dinas Gubernur Kaltim
Polisi Tangkap Enam Pelaku Sindikat Pencurian Besi di Pademangan