Suara itu menggema, menegaskan keinginan untuk mandiri.
Di sisi lain, ancaman Trump ini jelas bikin pusing sekutu-sekutu Eropa. Mereka berusaha keras menyusun respons yang kompak. Bagaimana tidak? Gedung Putih sempat mengungkap keinginan Trump untuk membeli Greenland, dan tak menampik opsi militer. Gila, pikir banyak orang.
Denmark dan sekutunya pun terkejut bukan main. Greenland bukan sembarang pulau. Letaknya strategis, menghubungkan Amerika Utara dan kawasan Arktik. AS sendiri sudah punya pangkalan militer di sana sejak Perang Dunia II. Makanya, tarik-ulur soal kedaulatan ini selalu panas.
Nah, sebagai jalan keluar, pemerintah Greenland punya strategi sendiri. Mereka menekankan, pengembangan pertahanan pulau itu akan mereka lakukan di bawah payung NATO. Sebuah sinyal bahwa mereka punya pelindung, tapi ingin menentukan nasib sendiri.
Jadi, begitulah situasinya. Greenland berdiri tegak, menolak dijual atau diambil paksa. Mereka punya harga diri, dan sumber daya mineral yang melimpah. Pertarungan di Arktik ini masih panjang, dan satu hal yang pasti: orang Greenland ingin jadi tuan di tanahnya sendiri.
Artikel Terkait
Hujan Ekstrem di Jakarta Utara, Ratusan Warga Terpaksa Mengungsi
Trump Klaim Diri sebagai Presiden Sementara Venezuela Lewat Unggahan Misterius
Tanggul Jebol, Perumahan Persada di Serang Berubah Jadi Kolam
Kepala Desa Cibinong Sambut Hangat, Wakapolri Salurkan Bantuan untuk SMA Kemala Bhayangkara