Pidatonya kemudian mengalir ke isu global. SBY melihat kondisi dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Dia merasa para pemimpin di seluruh dunia punya tanggung jawab moral yang besar untuk mengarahkan dunia ke jalan yang benar.
“Dunia kita sekarang ini sedang dalam keadaan tidak baik. Oleh karena itu para pemimpin dunia, bangsa-bangsa sedunia, punya tanggung jawab moral agar dunia ini tidak mengarah ke arah yang salah,” paparnya.
“Semua bertanggung jawab dan "do something" untuk memastikan dunia yang kita cintai makin ke depan makin damai, makin adil dan makin sejahtera,” tambah SBY, menekankan pentingnya aksi nyata.
Di sisi lain, untuk konteks dalam negeri, SBY punya formula sendiri. Selain kepemimpinan yang efektif dan pikiran-pikiran cerdas, ada satu hal lain yang mutlak diperlukan: kerukunan.
“Yang diperlukan di samping pikiran cerdas, kepemimpinan yang efektif di seluruh negeri, tapi juga persaudaraan, kerukunan, kebersamaan dari seluruh rakyat Indonesia,” ucapnya menutup pesannya. Hanya dengan fondasi itulah, Indonesia bisa melangkah lebih baik lagi ke masa depan.
Artikel Terkait
Tanggul Jebol, Perumahan Persada di Serang Berubah Jadi Kolam
Kepala Desa Cibinong Sambut Hangat, Wakapolri Salurkan Bantuan untuk SMA Kemala Bhayangkara
Gempa Magnitudo 4.0 Guncang Naganraya Aceh di Kedalaman Dangkal
Trump Siap Kerahkan Kekuatan Militer ke Iran, Tapi Ada Komunikasi Rahasia di Balik Layar