Hujan deras mengguyur Jabodetabek sejak pagi tadi, dan akibatnya bisa ditebak: banjir di mana-mana. Situasinya cukup parah sampai-sampai ada kebijakan darurat yang jarang terjadi: sepeda motor diperbolehkan melintas di jalan tol. Ya, jalan tol! Ini karena akses jalan biasa, terutama di kawasan Jakarta Utara, sudah tak bisa lagi dilalui akibat genangan air yang tinggi.
Fokusnya ada di Jalan Jembatan Tiga, Jakarta Utara. Lokasi itu terendam cukup serius, membuat arus lalu lintas macet total. Untuk mengurai kemacetan yang sudah mengular itu, polisi akhirnya mengambil langkah tak biasa.
Menurut Kasat PJR Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Dhanar Dono, ini murni upaya rekayasa lalu lintas. Tujuannya sederhana: mengurangi kepadatan yang sudah mencekik di jalan-jalan yang kebanjiran.
Dhanar menjelaskan, pengendara roda dua diarahkan masuk ke dua ruas tol tertentu.
"Kami satuan PJR Ditlantas Polda Metro Jaya melakukan rekayasa lalu lintas terhadap kendaraan roda dua untuk memasuki ruas jalan tol. Yang pertama ruas yang dimasuki adalah dari gerbang tol Sunter mengarah ke keluaran Kebon Bawang."
"Kemudian yang kedua itu dari gerbang tol Jembatan 3 satu dan keluar di Angke," jelas Dhanar kepada awak media.
Jadi, buat para pengendara motor yang terjebak hari ini, setidaknya ada jalur alternatif. Meski terpaksa harus masuk tol, ini jelas lebih baik daripada terperangkap banjir berjam-jam. Langkah diskresi polisi ini, meski sementara, setidaknya memberi napas bagi kemacetan yang sudah sangat parah.
Artikel Terkait
PMI asal Indonesia Tewas Ditikam Sesama WNI di Hokkaido Jepang
Imigrasi Deportasi Warga AS Buronan Pelecehan Seksual, Satgas Cartenz Tangkap Penyalur Senpi ke KKB
Siswa Korban Perundungan Curhat ke Presiden Prabowo: Nyaris Putus Asa, Kini Jadi Aktivis Anti-Bullying
JakLingko Luncurkan Kartu Uang Elektronik Hitam, Akses Empat Moda Transportasi Cukup Rp10.000