Acara di Banjarbaru itu penuh warna. Presiden Prabowo Subianto baru saja meresmikan ratusan sekolah rakyat secara serentak di seluruh Indonesia. Suasana haru dan bahagia bercampur, terpancar jelas di hadapan publik yang hadir.
Ribuan orang memadati lokasi. Dari sekitar 2.000 peserta, 800 di antaranya adalah siswa yang datang dari berbagai penjuru, didampingi orang tua dan para pengajar. Mereka menyaksikan langsung momen yang cukup menggugah.
Perluasan akses pendidikan ini memang sudah dirintis sejak pertengahan tahun lalu. Secara bertahap, 166 titik sekolah rakyat dibuka dari Juli hingga September. Sebarannya cukup merata: Sumatera punya 35 titik, Jawa mendominasi dengan 70 titik. Lalu ada Bali dan Nusa Tenggara (7 titik), Kalimantan (13 titik), Sulawesi (28 titik), disusul Maluku (7 titik), dan Papua (6 titik).
Hasilnya? Hanya dalam satu semester Gasal TA 2025/2026, sudah 15.945 siswa menimba ilmu di sana. Target ke depannya jauh lebih besar: 500 sekolah rakyat dengan kapasitas masing-masing bisa menampung hingga seribu siswa.
Namun begitu, dari seluruh rangkaian acara, ada satu momen yang paling menyita perhatian dan viral.
Tangis Gus Ipul di Pelukan Prabowo
Momen itu terjadi saat Gus Ipul menyampaikan sambutannya. Di hadapan Presiden Prabowo dan seluruh undangan yang memadati Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Senin (12/1/2026) lalu, suaranya tiba-tiba tercekat.
Ia mengakhiri pidatonya dengan kata-kata yang dalam. Gus Ipul menyebut peresmian 166 sekolah ini sebagai peristiwa bersejarah.
"Kami ingin memastikan gagasan ini dikenang sebagai peristiwa sejarah, saat harapan tidak lagi diwariskan masa lalu, melainkan disiapkan sebagai masa depan. Dan kelak ketika anak-anak di tepian sungai, lereng bukit dan sudut-sudut negeri berdiri sejajar di tengah bangsa ini, orang akan berkata pelan, di masa itu pernah ada seorang presiden yang menanam harapan dan menamainya sekolah rakyat,"
Suaranya bergetar saat mengucapkan itu.
"Presiden itu adalah Jenderal TNI Purnawirawan Prabowo Subianto,"
Selesai menyampaikan kalimat penutup, Gus Ipul terdiam sejenak. Kepalanya menunduk. Salam yang ia ucapkan setelahnya terdengar jelas terguncang oleh emosi.
Langkahnya turun dari panggung. Tepat di depan tempat duduk Prabowo, ia membungkuk sekali lagi. Spontan, Presiden bangkit dari kursinya. Tanpa banyak kata, Prabowo merangkul Gus Ipul erat-erat. Sebuah pelukan hangat yang menutup sambutan penuh air mata itu.
Artikel Terkait
Korban Kekerasan Pesantren di Bangka Alami Cedera Limpa, Kondisi Mulai Membaik
Satu Tewas, Satu Hilang dalam Insiden Hanyut di Sungai Banjaran
Kejati Riau Geledah Kantor KSOP dan Pelindo Dumai Terkait Dugaan Tindak Pidana Kepelabuhanan
Trump Klaim Presiden Xi Jinping Setop Pengiriman Senjata ke Iran