Jakarta Selatan jadi wilayah dengan jumlah RT terdampak terbanyak, yaitu 19 RT. Cilandak Timur dan Pejaten Timur termasuk yang paling mengkhawatirkan, dengan ketinggian air nyaris satu meter. Selain hujan deras, luapan Kali Krukut turut memperparah keadaan di sejumlah kelurahan seperti Pondok Labu dan Cipete Utara.
Di sisi lain, Jakarta Timur tak kalah parah dengan 18 RT terendam. Kampung Melayu, seperti sudah disebutkan, jadi salah satu episentrum banjir dengan genangan satu meter. Wilayah lain seperti Bidaran Cina dan Cawang juga dilaporkan tergenang cukup dalam, antara 80 hingga 85 cm, dipicu oleh luapan Kali Ciliwung.
Sementara itu, Jakarta Utara melaporkan 14 RT yang terendam. Meski ketinggian air di beberapa titik seperti Lagoa terlihat lebih rendah, hanya 10-15 cm, namun wilayah seperti Kebon Bawang harus berhadapan dengan genangan setengah meter lebih.
Ada sedikit kabar baik di tengah situasi ini. Jumlah ruas jalan yang tergenang ternyata mulai berkurang dan air di beberapa lokasi sudah berangsur surut. Setidaknya, 23 ruas jalan yang sempat dilaporkan terendam kini sudah bisa dilalui lagi. Beberapa di antaranya adalah Jalan R.E. Martadinata (depan Stasiun Ancol), Jalan Gunung Sahari di Pademangan Barat, serta sejumlah ruas di kawasan Pegangsaan Dua dan Semper Barat.
Meski begitu, upaya penanganan secara keseluruhan masih terus berlangsung. Malam yang panjang masih harus dihadapi oleh warga di titik-titik banjir yang tersisa.
Artikel Terkait
Gempa Magnitudo 4.0 Guncang Naganraya Aceh di Kedalaman Dangkal
Trump Siap Kerahkan Kekuatan Militer ke Iran, Tapi Ada Komunikasi Rahasia di Balik Layar
Khamenei Samakan Trump dengan Firaun, Ramalkan Keruntuhan Serupa
KPK Periksa Tokoh NU Terkait Dugaan Intervensi Biro Travel dalam Kuota Haji