Bogor digegerkan oleh aksi pengeroyokan yang brutal awal tahun ini. Motifnya, ternyata klasik: cemburu. Polisi akhirnya mengungkap bahwa dua pelaku, AS (25) dan RW (30), mengeroyok WF (29) di Desa Ciherang, Dramaga, lantaran urusan asmara yang rumit.
Kapolsek Dramaga, Iptu AM Zalukhu, membenarkan hal itu saat dikonfirmasi pada Senin (12/1/2026).
"Cemburu (motifnya)," tegasnya.
Menurut penjelasan Zalukhu, benih masalahnya berawal dari AS yang ditinggalkan oleh istrinya yang berstatus siri. Nah, hubungan yang retak ini makin runyam karena sang istri siri itu kemudian terlibat kasih dengan WF, sang korban.
"Istri sirinya meninggalkan dia dan pacaran dengan korban," ujar Zalukhu, merinci alasan di balik amok pelaku.
Insiden berdarah itu sendiri terjadi pada Kamis (1/1) dini hari. Saat itu, WF sedang tak berada di rumah. Tiba-tiba, dia mendapat kabar buru-buru bahwa rumahnya didobrak paksa oleh seseorang. WF pun langsung bergegas pulang.
Sesampainya di lokasi, kekacauan sudah terjadi. AS sudah lebih dulu ada di sana, merusak rumahnya. Tanpa banyak basa-basi, AS langsung menghajar WF. Pukulan dari tangan kosongnya yang mengenakan cincin melukai kepala korban.
Keadaan jadi makin tak terkendali. WF berusaha melawan, tapi RW yang berada di tempat itu ikut serta. Dari belakang, RW menghantam kepala WF hingga ia terjatuh tak berdaya. Aksi dua lawan satu itu membuat korban tak punya kesempatan.
Kini, kedua pelaku telah diamankan. Kasus ini jadi pengingar betapa emosi cemburu yang tak terkendali bisa berujung pada kekerasan yang menyedihkan.
Artikel Terkait
Iran Ancam Blokade Laut Merah Balas Blokade AS
Kemdikti Perkuat Kemitraan Riset Global untuk Dongkrak Daya Saing Nasional
Korban Kekerasan Pesantren di Bangka Alami Cedera Limpa, Kondisi Mulai Membaik
Satu Tewas, Satu Hilang dalam Insiden Hanyut di Sungai Banjaran