Iran Ancam Blokade Laut Merah Balas Blokade AS

- Rabu, 15 April 2026 | 23:05 WIB
Iran Ancam Blokade Laut Merah Balas Blokade AS
Iran Ancam Blokade, Laut Merah Memanas

Laut Merah, Teluk Persia, dan Laut Oman bisa segera berubah jadi medan tempur baru. Militer Iran baru-baru ini mengeluarkan peringatan keras: mereka siap memblokir jalur perdagangan strategis di ketiga perairan itu. Ancaman ini bukan datang tiba-tiba, melainkan sebagai balasan atas blokade angkatan laut yang digelar Amerika Serikat di pelabuhan-pelabuhan Iran.

Menurut sejumlah saksi, situasi memang sudah memanas. AS diketahui telah memberlakukan blokade itu sejak Senin lalu. Pemicunya? Pembicaraan AS-Iran di Pakistan akhir pekan kemarin mentok, gagal total mencapai kata sepakat untuk menghentikan perang. Alih-alih damai, yang muncul justru ketegangan baru.

Ali Abdollahi, sang Kepala Pusat Komando Militer Iran, tak tinggal diam. Melalui kantor berita AFP, Rabu (15/4/2026), dia mengecam AS. Katanya, Amerika telah melanggar gencatan senjata dengan blokade ini. Tindakan AS itu, menurutnya, menciptakan ketidakamanan bagi kapal-kapal komersial dan tanker minyak milik Iran.

"Angkatan bersenjata Republik Islam yang kuat tidak akan membiarkan ekspor atau impor apa pun berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah," tegas Abdollahi.

Dia menambahkan, negaranya akan bertindak tegas. Semua demi membela kedaulatan nasional dan kepentingan Iran. Nada suaranya jelas: ini peringatan serius, bukan sekadar gertakan.

Namun begitu, fakta di lapangan agak berbeda. Data pergerakan kapal menunjukkan, beberapa kapal dari pelabuhan Iran ternyata masih bisa melintasi Selat Hormuz. Mereka berhasil menerobos blokade yang digembar-gemborkan AS itu.

Laporan dari kantor berita Tasnim di Iran pada hari Rabu juga mengonfirmasi hal serupa. Pengiriman dari pelabuhan-pelabuhan selatan Iran disebut masih berjalan. Bahkan, dalam 24 jam terakhir, kapal-kapal komersial Iran dilaporkan telah berlayar ke berbagai penjuru dunia. Sepertinya, blokade AS belum sepenuhnya membungkam aktivitas maritim Iran.

Jadi, ancaman blokade balasan dari Iran ini bisa jadi pukulan balik yang lebih nyata. Laut Merah dan sekitarnya, yang merupakan urat nadi perdagangan global, kini menanti nasib selanjutnya dengan was-was.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar