Genangan 50 Sentimeter Rendam 140 Rumah di Grand Sutera Serang

- Senin, 12 Januari 2026 | 11:25 WIB
Genangan 50 Sentimeter Rendam 140 Rumah di Grand Sutera Serang

Hujan yang mengguyur tanpa henti sejak Minggu kemarin akhirnya membanjiri Perumahan Grand Sutera di Panancangan, Kota Serang. Akibatnya, puluhan warga terpaksa meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat yang lebih kering dan aman.

Menurut data yang dihimpun BPBD Kota Serang, genangan air ini merendam 140 rumah dan mengganggu kehidupan 114 kepala keluarga. Sekitar 30 orang dari jumlah itu memilih mengungsi.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengonfirmasi situasi yang masih belum membaik.

"Kondisi saat ini, air masih menggenangi permukiman warga," ujarnya pada Senin (12/1/2026).

Dari lapangan, relawan FesbukBanten Nazma melaporkan bahwa hujan deras masih turun hingga siang hari, persisnya pukul 10.23 WIB. Air yang menggenang sejak sehari sebelumnya sama sekali belum menunjukkan tanda-tanda surut.

"Ketinggian air rata-rata di kawasan perumahan mencapai sekitar 50 sentimeter," kata Nazma.

Namun begitu, kondisi terparah justru terjadi di bagian belakang perumahan. Area yang berbatasan langsung dengan aliran sungai itu terendam lebih dalam.

Pencarian Solusi oleh Pemkot

Wakil Wali Kota Serang, Nur Agis Aulia, mengakui bahwa kawasan tersebut memang kerap menjadi langganan banjir. Menurutnya, penyebab utamanya adalah luapan sungai yang tak mampu lagi menampung curah hujan tinggi yang berlangsung lama.

"Sementara ini banjir terjadi karena luapan sungai. Hujan turun seharian dengan intensitas yang cukup tinggi," jelas Agis saat meninjau lokasi.

Pemkot, kata dia, akan segera berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWS C3). Rencana normalisasi Sungai Ciwaka yang dekat dengan permukiman akan segera digulirkan.

"Sudah ada pembendungan oleh balai, tetapi intensitas hujannya lebih besar. Salah satu langkah ke depan tahun 2026 ini kami akan melakukan normalisasi sungai," tegasnya.

Untuk saat ini, fokus penanganan masih pada tindakan darurat di lapangan. Evakuasi warga yang terjebak menjadi prioritas, diikuti dengan pendistribusian makanan siap saji dan pemeriksaan kesehatan.

"Langkah awal adalah membantu evakuasi warga, memastikan makanan siap saji, dan memberikan pelayanan kesehatan. Puskesmas juga sudah mulai bergerak," imbuh Agis.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar