Kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa di Jawa Timur belakangan ini, memantik reaksi keras dari parlemen. Yahya Zaini, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, tak bisa menyembunyikan keprihatinannya. Bagaimana tidak? Ratusan anak menjadi korban.
"Saya menyatakan keprihatinan yang tinggi," tegas Yahya kepada awak media, Kamis (15/1/2026).
Dia menyoroti dua insiden yang terjadi hampir beruntun. Di Grobogan, 803 siswa dilaporkan keracunan. Sementara di Mojokerto, angka korban mencapai 411 orang. Situasi ini, menurutnya, adalah alarm yang tak boleh diabaikan.
Padahal, Badan Gizi Nasional (BGN) punya target ambisius: zero accident di tahun 2026. Namun realitanya? "Ini BGN kecolongan lagi," ucap Yahya dengan nada kecewa. Dia menilai pengawasan BGN terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih sangat lemah, terutama dalam penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Lemahnya koordinasi juga jadi persoalan. Menurut politisi itu, BGN kurang melibatkan Kemenkes dan dinas kesehatan daerah dalam proses pengawasan. Padahal, sinergi antar kementerian dan lembaga ini krusial untuk menutup celah.
Artikel Terkait
Bobby Nasution Bongkar Hitungan Fantastis Rp 69,47 Triliun untuk Pulihkan Sumut
Di Ujung Vonis: Kisah Sarah Mardini dan Ujian Solidaritas Eropa
Polisi Ringkus Enam Pak Ogah di Tol Rawa Buaya Usai Video Pungli Viral
Tes DNA Talent Berbasis AI: Cara Sekolah Rakyat Petakan Bakat Siswa Tanpa Ujian Akademik