Benjamin Netanyahu tak bisa menyembunyikan pujiannya. Perdana Menteri Israel itu secara terbuka mengagumi keberanian para demonstran di Iran, di tengah gelombang unjuk rasa yang makin mengguncang negara tersebut. Dalam pernyataannya, Netanyahu berharap rakyat Iran bisa segera lepas dari apa yang disebutnya "belenggu tirani".
Memang, situasi di Iran sedang memanas. Awalnya, protes ini cuma soal harga pangan dan biaya hidup yang melambung tinggi. Tapi sekarang, amarah rakyat telah berubah jadi sesuatu yang lebih besar sebuah tantangan langsung terhadap rezim teokratis yang sudah berkuasa puluhan tahun, sejak revolusi 1979. Insiden-insiden mematikan pun ikut mewarnai aksi-aksi di jalanan.
Menurut laporan AFP, komentar Netanyahu ini disampaikan dalam rapat kabinet mingguan, Minggu lalu. Pernyataannya kemudian dirilis resmi oleh kantornya.
"Kita semua berharap agar bangsa Persia akan segera terbebas dari belenggu tirani," kata Netanyahu.
"Dan ketika hari itu tiba, Israel dan Iran akan sekali lagi menjadi mitra setia dalam membangun masa depan kemakmuran dan perdamaian bagi kedua bangsa," tambahnya.
Dia menegaskan bahwa Israel terus memantau perkembangan di Iran dengan cermat. "Rakyat Israel dan seluruh dunia kagum akan keberanian luar biasa warga-warga Iran," ucapnya, masih dengan nada pujian yang sama.
Di sisi lain, Netanyahu bukan satu-satunya pejabat Israel yang bersuara. Menteri Luar Negeri Gideon Saar sudah lebih dulu menyampaikan dukungan serupa. Dalam sebuah wawancara yang diunggah di media sosial X, Saar dengan jelas menyatakan posisinya.
"Kami mendukung perjuangan rakyat Iran untuk kebebasan dan mendoakan mereka kesuksesan," ujar Saar.
"Kami pikir mereka pantas mendapatkan kebebasan... Kami tidak memiliki permusuhan dengan rakyat Iran," tegasnya.
Namun begitu, Saar langsung membuat garis pemisah yang jelas. Masalah besar Israel, katanya, bukan dengan rakyat Iran. Permusuhan itu ditujukan kepada pemerintahannya sebuah rezim yang dituduh Tel Aviv aktif mengekspor terorisme ke berbagai penjuru.
Jadi, meski pujian dan harapan itu terdengar kuat keluar dari Jerusalem, konteks politik yang mendasarinya tetap rumit. Dan semua mata kini tertuju pada jalan-jalan di Iran, menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Artikel Terkait
Iran Tegaskan Tak Akan Teken Kesepakatan Sebelum Hak Rakyat Terjamin, Kecurigaan Warnai Negosiasi dengan AS
Tiongkok Patroli di Scarborough Shoal Sehari Setelah Filipina Sebut Masih Hadapi Ancaman Serius
Prabowo Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila, Megawati hingga Jusuf Kalla Hadir
PDIP Gelar Upacara Hari Lahir Pancasila di Sekolah Partai, Hasto Pimpin Langsung