Pendapat serupa datang dari Amir, pekerja lain yang akrab dengan kondisi jalanan Sarinah. Menyeberang di sana, meski ada zebra cross dengan lampu, kerap bikin deg-degan. "Di sini lalu lintasnya padat, kendaraan cepat-cepat semua. Kalau ada JPO, pejalan kaki jadi lebih aman dan lebih tenang nyeberang," ucapnya.
Tapi Amir juga punya catatan. Fasilitas ini nantinya harus ramah untuk semua orang, termasuk penyandang disabilitas, dan yang terpenting: terawat. "Harus bersih, aman, ada lift atau eskalator. Jangan sampai malah jadi tempat orang buka lapak atau tunawisma. Jadi memang perlu dijaga," tegasnya.
Pilihan Tetap di Tangan Pejalan Kaki
Lalu, bagaimana dengan pelican crossing atau penyeberangan yang sudah ada di bawah? Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, angkat bicara soal ini. Dia mengaku sudah menangkap pro-kontra yang beredar di masyarakat.
"Memang saya juga sudah membaca pro-kontranya masyarakat yang apa kelompok pejalan kaki kan menginginkan lewat tetap jalan kaki di bawah. Jalan kaki di bawah kan tetap dibuka, kemudian di atas sebagai alternatif pilihan," jelas Pramono di sela kunjungan kerjanya di Jakarta Selatan, Jumat pekan lalu.
Jadi, intinya, pilihan ada di tangan pengguna jalan. Mau yang lebih cepat dan langsung lewat bawah, atau naik ke atas untuk alternatif yang mungkin lebih nyaman dan aman. Semuanya tetap terbuka.
Artikel Terkait
Kemenag Tegaskan Zakat Wajib, Ajak Umat Tingkatkan Kedermawanan Melampaui 2,5%
Korlantas Tinjau Kesiapan Pelabuhan Jelang Operasi Ketupat 2026
Menteri Ekonomi Kreatif Buka Bazar Ramadan 2026 di Lhokseumawe, Dorong Brand Lokal
Anwar Abbas Ungkap Rahasia Sukses Chairul Tanjung: Kerja Hingga Tengah Malam