Namun begitu, detail operasi militer tersebut sama sekali tidak dijelaskan. Tidak ada timeline, skala pasukan, atau strategi yang disebutkan. Pernyataan Trump itu lebih terkesan sebagai sebuah ancaman keras ketimbang pengumuman kebijakan yang matang.
Konteksnya menarik. Pernyataan ini muncul tak lama setelah penangkapan pemimpin Venezuela, Nicolas Maduro, awal bulan ini. Operasi penangkapan Maduro sendiri sudah lama dipersiapkan, melalui tekanan militer dan ekonomi AS yang berbulan-bulan. Sepertinya, Trump ingin melanjutkan momentum tekanan ofensifnya ke wilayah lain.
Jadi, apakah ini sekadar retorika atau benar-benar akan diwujudkan? Hanya waktu yang bisa menjawab. Yang jelas, pernyataan Trump ini pasti akan memantik reaksi dari berbagai pihak, terutama pemerintah Meksiko.
Artikel Terkait
Polda Metro Jaya Selidiki Dugaan Penipuan Kripto yang Libatkan Nama Timothy Ronald
Dini Hari di Kebon Jeruk, Polisi Gagalkan Rencana Tawuran Remaja
Polres Bogor Gelar Nobar Suporter Persib-Persija, Rivalitas Diredam di Layar
Drone Misterius di Perbatasan Korea Picu Adu Klaim dan Cacian