Dia juga membeberkan bahwa kondisi geologi di Limapuluh Kota ini berbeda dengan di Jawa, sehingga perlu pendekatan khusus. "Melihat fenomena tanahnya seperti apa, airnya seperti apa. Kondisi sinkhole di sini, tentu berbeda dengan di Jawa," tambah Taufik.
Di sisi lain, tim ini menyoroti fenomena lain yang mengiringi kemunculan sinkhole. Taufik mengaku melihat banyak postingan di media sosial tentang warga dan pengunjung dari luar daerah yang berduyun-duyun datang. Mereka punya satu tujuan: mengambil air dari dalam lubang itu.
Ada keyakinan yang beredar luas bahwa air tersebut bisa menyembuhkan penyakit. Taufik dengan tegas membantah klaim ini.
"Jangan terpengaruh isu-isu yang tak berdasar. Contoh yang sederhana, ini misalnya bisa menyembuhkan penyakit. Selama belum ada bukti ilmiah, masyarakat jangan percaya," tegasnya.
Peringatan itu disampaikan untuk mencegah euforia berlebihan di masyarakat. Intinya, semua pihak diminta menunggu hasil kajian ilmiah yang sah terlebih dahulu.
Artikel Terkait
Iran Tegaskan Tak Tunduk pada Ancaman AS, Harga Minyak Melonjak
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa