JAKARTA – Darren Woods, CEO Exxon Mobil, punya kabar yang cukup mengejutkan. Di tengah situasi politik Venezuela yang baru saja berubah drastis, raksasa energi AS itu mengisyaratkan kemungkinan untuk kembali. Padahal, aset mereka di sana disita pemerintah hampir dua dekade lalu. Tapi, jangan bayangkan ini akan terjadi dalam waktu dekat.
Woods dengan tegas menyatakan, Venezuela saat ini sama sekali "tidak layak untuk investasi." Pernyataannya ini disampaikan dalam sebuah pertemuan tertutup di Gedung Putih dengan Presiden Donald Trump, yang diadakan secara mendadak. Pertemuan itu berlangsung kurang dari seminggu setelah Presiden Nicolas Maduro dilengserkan dari kekuasaannya.
“Aset kami sudah dua kali disita di sana. Jadi, Anda bisa bayangkan, untuk masuk kembali yang ketiga kalinya, harus ada perubahan yang sangat signifikan dari apa yang kita lihat secara historis,” ujar Woods, seperti dikutip Reuters.
Di sisi lain, ada nada yang berbeda dari Chevron. Wakil Ketua Chevron, Mark Nelson, yang duduk tak jauh dari penasihat Trump, Stephen Miller, justru bersemangat. Dia menyoroti sejarah panjang perusahaan itu di Venezuela selama seabad dan statusnya sebagai satu-satunya perusahaan minyak AS besar yang masih bertahan di sana.
Nelson mengatakan, Chevron siap mendongkrak produksi di usaha patungannya dengan PDVSA, perusahaan minyak negara, hingga dua kali lipat. Bahkan, dalam skema investasi mereka sendiri, produksi bisa naik 50% dalam waktu 18 sampai 24 bulan ke depan.
Namun begitu, Exxon punya syarat yang jelas sebelum menginjakkan kaki kembali. Woods menekankan, mereka butuh jaminan keamanan yang solid sebelum mengirim tim teknis untuk menilai kondisi lapangan. Selain itu, undang-undang hidrokarbon Venezuela harus direformasi untuk memberikan perlindungan investasi yang berkelanjutan.
“Penting bagi kami untuk menempatkan tim guna menilai kondisi aset saat ini, memahami apa yang dibutuhkan untuk membantu memulihkan produksi,” jelasnya.
Sementara itu, ConocoPhillips, yang juga hadir dalam pertemuan itu, menyuarakan hal lain. CEO Ryan Lance mengatakan, jika PDVSA ingin menarik kembali investor seperti mereka, perusahaan milik negara itu mungkin perlu direstrukturisasi ulang. Dia juga menyerukan keterlibatan bank-bank, termasuk Exim Bank AS, untuk menyediakan pembiayaan yang dibutuhkan. Angkanya miliaran dolar, hanya untuk memperbaiki infrastruktur energi yang rusak.
Lance mengingatkan bahwa ConocoPhillips adalah salah satu kreditor non-negara terbesar Venezuela. Mereka, bersama Exxon, telah memenangkan arbitrase bernilai lebih dari 13 miliar dolar AS terkait nasionalisasi aset mereka dulu.
Menanggapi hal ini, Presiden Trump memberikan jaminan singkat. “Anda akan mendapatkan kembali sebagian besar uang Anda,” katanya kepada Lance. Trump berencana memulai dengan "kondisi yang setara," tanpa terlalu memikirkan kerugian yang dialami perusahaan-perusahaan di masa lalu.
Jadi, meski pintu kembali ke Venezuela mulai terbuka, jalan yang harus ditempuh masih panjang dan penuh syarat. Antara harapan dan kehati-hatian, itulah yang mewarnai langkah para raksasa energi AS ini.
Artikel Terkait
Pemkot Makassar Bersihkan Area Kumuh di Bawah Tol Pettarani Usai Viral
Bocah 12 Tahun Tewas di Toilet Bangunan Kosong Makassar, Diduga Jadi Korban Pembunuhan dan Kekerasan Seksual
Crystal Palace Juara Conference League, Chelsea Absen dari Kompetisi Eropa Musim Depan
Fajar/Fikri Kalahkan Juara Malaysia Masters, Melaju ke Perempat Final Singapore Open 2026