Presiden Prabowo Subianto ternyata menggelar rapat terbatas di akhir pekan. Lokasinya bukan di istana, melainkan di kediaman pribadinya yang terletak di kawasan Hambalang, Bogor. Rapat yang digelar Minggu (11/1/2026) itu membahas beberapa isu strategis, mulai dari nasib industri garmen hingga rencana investasi besar-besaran.
Kabarnya, pertemuan itu dihadiri sederet menteri. Mereka yang hadir antara lain Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, dan Menteri Investasi sekaligus Kepala Danantara, Rosan Roeslani. Tak ketinggalan, Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pendidikan Tinggi Brian Yuliarto, serta Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi juga turut hadir.
Informasi ini sendiri diumumkan oleh Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, melalui akun Instagram Sekretariat Kabinet.
Menurut Teddy, ada beberapa poin kunci yang dibahas Presiden. Yang pertama menyangkut industri tekstil dan garmen.
"Bapak Presiden meminta untuk dilakukannya penguatan dalam industri tekstil/garmen, salah satunya adalah dengan melakukan revitalisasi rangkaian supply chain," kata Teddy.
Selain itu, Prabowo juga menyoroti sektor otomotif dan elektronik. Fokusnya adalah menarik investasi untuk pengembangan teknologi semikonduktor. Tujuannya jelas: membangun industri chip dalam negeri yang nantinya bakal dipakai untuk kendaraan, perangkat digital, dan elektronik.
Tak cuma itu, rapat juga membahas proyek hilirisasi. Rencananya, akan ada groundbreaking untuk 6 titik proyek baru senilai 6 miliar dolar AS pada awal Februari mendatang.
Oh ya, ada satu agenda lagi yang disebutkan. Besoknya, Senin (12/1/2026), Prabowo dijadwalkan meresmikan Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP di Balikpapan, Kalimantan Timur. Jadi, aktivasinya langsung berlanjut ke hari berikutnya.
Artikel Terkait
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Tsunami untuk Sejumlah Wilayah Indonesia Usai Gempa M 7,7 di Filipina
KPK Tetapkan Mantan Wamen Imipas Silmy Karim Tersangka Pemerasan dan Gratifikasi Izin Tinggal WNA
BRI Danareksa Sebut Saham Dividen Tinggi Masih Menarik, Tapi Investor Diminta Selektif
PMI asal Indonesia Tewas Ditikam Sesama WNI di Hokkaido Jepang