Anggota DPR Irma Suryani Chaniago tampaknya tak sepenuhnya sepakat dengan ide Badan Gizi Nasional. BGN punya usulan unik: supir pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) bakal berdandan jadi Power Rangers. Tujuannya sederhana, biar anak-anak semangat makan. Tapi bagi Irma, logikanya kurang nyambung.
"Memang ada kaitan?" tanyanya, skeptis.
"Mungkin anak-anak kaget dan seneng lihat Power Rangers. Tapi jangan harap mereka langsung lahap makan kalau menunya sendiri nggak menggugah selera," ujar politisi Fraksi NasDem itu pada Rabu (17/12).
Menurutnya, yang lebih penting itu edukasi dan membangun kebiasaan. Soal makan sayur, misalnya, bukan cuma urusan kostum superhero. Perlu ada upaya lebih mendasar.
"Kalau di rumah nggak diajari makan sayur, ya percuma. Didatangkan Power Rangers sekalipun, mereka tetap ogah. Selera kayak gitu musti dibiasain, butuh kesabaran orang tua," tegas Irma.
Dia lantas menawarkan solusi lain. Alih-alih fokus pada penampilan pengantar, lebih baik kreasi menunya yang diperhatikan.
"Saya sih lebih mengusulkan untuk sayuran agar anak-anak mau mengkonsumsi, ya dibuat menu yang menarik dengan rasa yang membuat mereka tertarik," sambungnya.
Di sisi lain, usulan BGN itu datang dari Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik Sudaryati Deyang. Gagasannya memang terdengar kreatif. Kostum Power Rangers itu diharapkannya bisa memicu antusiasme anak-anak.
Tak cuma itu, Nanik juga menyebut kolaborasi dengan tenaga kesehatan di puskesmas, kader posyandu, hingga PKK untuk penyuluhan gizi. Forum di tingkat desa pun bisa jadi ajang sosialisasi program MBG.
Dia mengapresiasi berbagai pihak yang sudah berupaya keras, termasuk relawan dapur yang dinilainya kreatif. Kostum Power Rangers untuk pengantar makanan disebutnya sebagai salah satu contoh konkret.
"Kami berikan pengemudi itu kostum Power Rangers, jadi antusiasme mereka itu makin tinggi," kata Nanik.
Dia membayangkan sebuah skenario. "Bilang ke siswa, besok saya akan bawa Power Rangers ke sini lagi, kalau pada mau makan sayur. Besok tak bawakan jajan, sekali-sekali bawakan burger atau apa, gitu, tetapi dengan catatan makan sayur," ujarnya, seperti dilansir Antara.
Jadi, di satu sisi ada keinginan membuat program jadi menarik dan seru. Di sisi lain, ada kekhawatiran bahwa hal itu hanya jadi hiburan sesaat, tanpa menyentuh inti persoalan: membangun kebiasaan makan yang baik dari hal yang paling mendasar.
Artikel Terkait
Jadwal Salat Makassar Kamis 7 Mei 2026: Subuh Pukul 04.44 Wita, Magrib Pukul 17.59 Wita
40 Rumah Sakit di Indonesia Kantongi Sertifikasi Syariah, Wamenkes Tegaskan Bersifat Inklusif
Menag: Borobudur Bukan Sekadar Warisan Budaya, Tapi Kitab Spiritual yang Hidup
Bajak Laut Somalia Gunakan Kapal Dhow UEA yang Dibajak sebagai Kapal Induk untuk Serang Kapal Lain