Dentingan di Tengah Malam: Penjaga Waktu Para Pengrajin Tempe Cikoko

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 13:55 WIB
Dentingan di Tengah Malam: Penjaga Waktu Para Pengrajin Tempe Cikoko

Namun begitu, tugasnya belum selesai. Masih ada pukulan lagi nanti menjelang subuh. Alasannya? Dia khawatir masih ada yang terlelap.

“Satu buat bangunin orang salat subuh. Kedua, jangan-jangan yang jam tiga tadi belum bangun juga,” katanya sambil menjelaskan.

“Bayangin aja, di sini kan banyak pabrik tempe kecil. Kalau sampai kesiangan, kan kasihan. Tempenya udah dicetak, tapi nggak sempat kejual ke pasar.”

Naluri sosialnya itulah yang membuat warga menghargai, bahkan mungkin bergantung pada, “jam weker” besi ala Anwar. Dalam kesunyian malam Jakarta, suara itu bukan sekadar bunyi. Itu adalah panggilan untuk bekerja, untuk berusaha, dan untuk memulai hari sebelum kota ini benar-benar terbangun.


Halaman:

Komentar