Amir punya catatan penting. JPO nantinya harus ramah untuk semua orang, termasuk difabel. Fasilitas seperti lift atau eskalator jadi keharusan. Tapi, yang tak kalah penting adalah pengawasannya. "Harus bersih, aman. Jangan sampai malah jadi tempat orang buka lapak atau tunawisma. Jadi memang perlu dijaga," tegasnya.
Di sisi lain, Rosi (48) punya kenangan sendiri dengan JPO yang lama. Dulu, jembatan itu bikin dia merasa lebih nyaman. Sekarang, dengan kondisi jalan yang makin riuh, keinginan untuk punya JPO baru makin kuat. "Saya tuh ngeri kalau nyebrang di situ, meskipun udah ada lampunya tapi tetep motor itu ngebut," ucapnya sambil menggeleng.
Intinya, dukungan itu ada. Tapi di balik dukungan itu, terselip harapan-harapan konkret: desain yang menarik, akses yang inklusif, dan yang utama, pengelolaan yang berkelanjutan. Biar nggak cuma jadi proyek, tapi benar-benar jadi solusi.
Artikel Terkait
Anak Buronan Riza Chalid Divonis 15 Tahun Penjara dan Denda Rp 2,9 Triliun
Pertamina Pastikan Stok dan Kualitas Avtur Aman Jelang Idulfitri
Herdman Pertimbangkan Pemain Indonesia Timur yang On-fire untuk FIFA Series 2026
Jerman Apresiasi Langkah Indonesia di Dewan Perdamaian Palestina