Sebuah patung Liberty tiba-tiba jadi buah bibir di media sosial. Lokasinya? Bukan di New York, melainkan di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Replika ikon Amerika itu disebut-sebut bikin suasana kampung berubah, seolah kita sedang di seberang samudera.
Jumat pagi (9/1/2026), suasana di Jalan Pala Raya cukup ramai seperti biasa. Dekat Bandara Pondok Cabe, di belakang sebuah toko kelontong, patung itulah yang jadi pusat perhatian. Memang agak tersembunyi sih, tapi dari jalan raya masih bisa terlihat sosoknya yang khas.
Untuk mendekat, kita harus menyeberang lewat jembatan bambu setapak yang sederhana. Barulah patung itu terlihat jelas. Warnanya hijau kebiruan, tapi sudah kusam dan mulai luntur di beberapa bagian. Kerak dan lumut juga terlihat menempel, menunjukkan patung ini sudah cukup lama berdiri di situ.
Yang menarik, patung Liberty ini tidak sendirian. Di sekitarnya, ada beberapa patung lain yang warnanya senada. Di belakangnya, terpajang patung seorang petani membawa cangkul dan juga seekor macan. Kombinasi yang unik, bukan?
Setelah ditelusuri, ternyata dalang di balik patung ini adalah seorang pematung bernama Sutopo, atau biasa disapa Topo. Pria berusia 53 tahun ini sudah membuka studio patungnya di Pondok Cabe sejak 2007 lalu.
Topo kemudian bercerita asal-usul patung yang viral itu. Rupanya, patung tersebut awalnya adalah pesanan khusus dari seorang klien di Kalimantan.
“Jadi karena memang ada order, ya saya terima kemudian saya produksi, saya kirim yang aslinya. Yang di Pondok Cabe itu limbahnya istilahnya. Jadi sebagai master produksinya udah saya pindah, udah saya kirim. Jadi dari produksi itu udah saya finishing jauh lebih bagus, gitu,” jelas Topo.
Menurutnya, sang pemesan sengaja meminta patung Liberty untuk mempercantik tempat usahanya yang bertema Amerika Serikat.
“Semacam taman wisatalah. Jadi emang kebetulan dia punya ikon ke sana. Jadi sisi-sisi dari patung itu emang ada-ada sesuatu yang berbau USA gitu loh, yang berbau Amerika. Jadi biar sinkron, dipasanglah Liberty sebagai ikon di situ,” tambahnya.
Dia mengingat patung replika yang tertinggal di Pondok Cabe itu dibuat sekitar lima atau enam tahun yang lalu. Saat itu, dia masih aktif berkarya di lokasi tersebut. Kini, patung yang awalnya hanya 'sisa produksi' itu justru menghadirkan secercah New York di tengah pemandangan Tangerang Selatan.
Artikel Terkait
Rano Karno Tinjau Kebakaran Kemayoran, 679 Jiwa Terdampak dan 304 Bangunan Ludes
Polemik Nafkah Ruben Onsu ke Sarwendah: Nafkah Dihentikan Gegara Akses ke Anak Dipersulit?
Rusia Hujani Ukraina dengan 600 Drone dan 73 Rudal, 11 Tewas di Kyiv dan Dnipro
Aset BPR dan BPRS Tembus Rp236,69 Triliun, OJK Dorong Konsolidasi Perkuat Daya Saing