Di tengah hamparan sawah yang hijau di Pombatan, Kabupaten Limapuluh Kota, tiba-tiba saja tanah itu ambles. Lubang menganga selebar 20 meter dengan kedalaman 15 meter muncul secara misterius di awal Januari lalu, mengagetkan warga Jorong Tepi, Nagari Situjuah Batua.
Bukan runtuhan batu gamping yang biasa jadi biang keladi sinkhole. Begitulah kesimpulan Badan Geologi Kementerian ESDM setelah meneliti lokasi kejadian. Lana Saria, Plt. Kepala Badan Geologi, menjelaskan fenomena ini justru terjadi di atas endapan vulkanik.
"Tim kami mendapati lokasinya berada pada lapukan batuan vulkanik, berupa tuf batu apung," ujarnya, seperti dilansir Antara, Jumat (9/12/2026).
Menurutnya, lapisan tanah di sana punya tekstur halus dan kaya mineral lempung. Masalahnya, di bawahnya ada batu gamping malihan yang kedap air. Alhasil, air hujan yang meresap tertahan dan pelan-pelan menggerus tanah bagian atas. Proses erosi bawah permukaan ini berjalan lama, bukan sesuatu yang instan.
Faktor cuaca juga bikin masalah makin runyam. Curah hujan di wilayah itu terbilang tinggi, mencapai 2.000-2.500 milimeter per tahun. Air yang melimpah itu mempercepat pengikisan dari dalam.
Secara teknis, amblesan dimulai dari retakan kecil di permukaan. Retakan itu jadi pintu masuk air, membentuk rongga di bawah tanah, dan akhirnya... tanah itu kolaps. Prosesnya diam-diam, tapi dampaknya dramatis.
Nah, yang perlu diwaspadai, kejadian serupa bisa terulang di tempat lain. Terutama di lahan pertanian intensif dengan kondisi geologi mirip dan sistem irigasi yang kurang bagus. Potensinya ada.
"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang," kata Lana.
Namun begitu, kewaspadaan harus ditingkatkan. Jika muncul retakan tanah yang makin membesar, laporkan segera ke aparat setempat untuk ditindaklanjuti.
Lubang menganga itu tak perlu dilihat sebagai musibah belaka. Badan Geologi punya ide: kenapa tidak dimanfaatkan saja untuk menampung air? Tentu dengan syarat, pagar pengaman harus dibangun di sekelilingnya untuk menghindari bahaya.
Artikel Terkait
RupiahCepat dan Bank DBS Indonesia Perkuat Kolaborasi Pembiayaan Digital, Salurkan Pinjaman Tembus Rp40 Triliun
KPK dan Polri Gelar Investigasi Bersama Kasus Suap Pengadaan Papan Tulis Pintar di Muara Enim
Pegadaian dan BSN Teken Pembiayaan Rp1,4 Triliun, Integrasi Layanan Digital Segera Terwujud
Polres Prabumulih Salurkan Bantuan Sembako dan Tunai untuk Enam Keluarga Korban Kebakaran