Secara teknis, amblesan dimulai dari retakan kecil di permukaan. Retakan itu jadi pintu masuk air, membentuk rongga di bawah tanah, dan akhirnya... tanah itu kolaps. Prosesnya diam-diam, tapi dampaknya dramatis.
Nah, yang perlu diwaspadai, kejadian serupa bisa terulang di tempat lain. Terutama di lahan pertanian intensif dengan kondisi geologi mirip dan sistem irigasi yang kurang bagus. Potensinya ada.
"Masyarakat diimbau untuk tetap tenang," kata Lana.
Namun begitu, kewaspadaan harus ditingkatkan. Jika muncul retakan tanah yang makin membesar, laporkan segera ke aparat setempat untuk ditindaklanjuti.
Lubang menganga itu tak perlu dilihat sebagai musibah belaka. Badan Geologi punya ide: kenapa tidak dimanfaatkan saja untuk menampung air? Tentu dengan syarat, pagar pengaman harus dibangun di sekelilingnya untuk menghindari bahaya.
Artikel Terkait
Iran Tegaskan Tak Tunduk pada Ancaman AS, Harga Minyak Melonjak
Persija Gelar Workshop Fotografi ke-5 di Sela Laga Kandang
Korban Penyekatan Air Keras Tolak Kasusnya Diadili di Peradilan Militer
BMKG Pastikan Cahaya Misterius di Langit Malang adalah Sampah Antariksa