Tito Karnavian Petakan Medan, 52 Daerah Mulai Bangkit Pascabencana

- Jumat, 09 Januari 2026 | 13:00 WIB
Tito Karnavian Petakan Medan, 52 Daerah Mulai Bangkit Pascabencana

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, langsung bergerak cepat. Tugas barunya dari Presiden Prabowo Subianto sudah jelas: memimpin Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tak butuh waktu lama, Tito segera memetakan medan persoalan yang dihadapi.

Pertemuan pertamanya digelar di Kantor Kemendagri, Jakarta. Dia mengumpulkan sejumlah pejabat kunci, mulai dari Menko PMK Pratikno, Menteri PU Dody Hanggodo, hingga Seskab Teddy Indra Wijaya. Wakil Ketua Satgas, Letjen TNI Richard Taruli Horja Tampubolon, juga hadir dalam rapat koordinasi itu.

“Intinya, kita membaca atau memetakan situasi saat ini,” ujar Tito dalam keterangan tertulisnya, Jumat (9/1/2025).

“Setelah tanggap darurat, beberapa daerah ada yang sudah selesai. Tapi ada juga yang masih harus melanjutkan untuk 15 hari ke depan.”

Dari pertemuan itu, terpetakanlah bahwa ada 52 kabupaten dan kota di tiga provinsi yang terdampak. Sejak awal, pemerintah pusat dan daerah sudah melakukan mobilisasi besar-besaran. Upaya darurat seperti membuka akses jalan, mendirikan jembatan darurat, dan menyediakan layanan kesehatan terus digenjot agar kebutuhan dasar warga bisa terpenuhi.

Nah, berdasarkan pantauan lapangan, kabar baiknya adalah sebagian besar dari 52 daerah itu sudah menunjukkan kemajuan yang signifikan. Pemulihan itu terlihat dari roda pemerintahan yang kembali berjalan, jalan-jalan utama yang sudah bisa dilalui, serta layanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan yang mulai berfungsi lagi. Aktivitas ekonomi masyarakat pun pelan-pelan mulai bergerak.

Namun begitu, Tito menyadari bahwa pekerjaan rumahnya belum selesai. Masih ada sejumlah kantong wilayah yang butuh perhatian ekstra agar bisa bangkit sepenuhnya.

Di Aceh, contohnya. Dari 18 kabupaten/kota yang kena dampak, 11 di antaranya sudah berangsur normal. Tapi tujuh wilayah lainnya masih jadi fokus penanganan yang lebih serius.

Kondisi mirip terjadi di Sumut dan Sumbar. Meski mayoritas wilayah sudah masuk fase pemulihan, beberapa titik tertentu di kedua provinsi itu tetap dipantau ketat, sesuai dengan tingkat kerusakan yang mereka alami.

Di sisi lain, perbaikan infrastruktur dasar terus jadi prioritas. Jaringan jalan nasional di tiga provinsi itu hampir seluruhnya sudah tersambung kembali. Sedangkan untuk jalan non-nasional, perbaikannya dikerjakan bertahap oleh Kementerian PU dengan dukungan TNI, Polri, dan pemerintah daerah.

Tito juga menyoroti progres pendataan rumah rusak. Pemerintah berusaha mempercepat dan memvalidasi data ini agar bantuan untuk masyarakat terdampak bisa segera turun. Harapannya, dengan bantuan yang cepat, jumlah pengungsi yang masih bertahan di tenda-tenda bisa berkurang drastis.

Untuk mempercepat pemulihan di lapangan, ada usulan penambahan personel. TNI, Polri, ASN, bahkan mahasiswa sekolah kedinasan akan dilibatkan untuk membantu membersihkan lingkungan, kantor pemerintahan, dan fasilitas umum.

Selain itu, akan dibentuk dua posko utama pemulihan: satu di Jakarta dan satu lagi di Banda Aceh. Fungsinya sebagai pusat koordinasi, pengendalian, dan informasi.

“Posko ini akan diawasi 24 jam oleh tim yang kita bentuk,” pungkas Tito.

“Tujuannya untuk menampung segala informasi, baik dari kementerian/lembaga maupun langsung dari daerah-daerah.”

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar