Kabar gembira datang dari kawasan konservasi di Riau. Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, mengumumkan kelahiran seekor anak gajah Sumatera betina di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), yang lahir dalam kondisi sehat dari induk bernama Ria. Peristiwa ini disambut sebagai secercah harapan di tengah ancaman kepunahan yang membayangi spesies kritis tersebut.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Raja Juli menyampaikan rasa syukur atas kelahiran tersebut. Ia menuliskan bahwa kondisi anak gajah yang baru lahir itu dalam keadaan baik dan menjadi simbol optimisme bagi masa depan populasi gajah Sumatera di habitat aslinya. “Alhamdulillah, ada kabar gembira dan mengejutkan dari Taman Nasional Tesso Nilo,” tulisnya, Rabu (10/6/2026).
Menurut Menteri Kehutanan, kelahiran ini bukan sekadar penambahan jumlah individu, melainkan bukti bahwa ekosistem TNTN masih mampu memberikan ruang hidup yang layak bagi satwa dilindungi. Di tengah tekanan deforestasi dan fragmentasi hutan yang terus mengancam, peristiwa ini menunjukkan bahwa upaya konservasi belum sepenuhnya kehilangan momentum. “Mama Ria telah melahirkan seekor anak gajah Sumatera betina dalam kondisi sehat. Kehadiran adik Domang ini menambah harapan bagi masa depan gajah Sumatera di alam liar,” ujar Raja Juli.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kehutanan mengajak warganet untuk turut serta memberikan nama bagi bayi gajah tersebut. “Kira-kira nama apa yang cocok untuk si kecil ini, Angkel Onty? Tulis usulan namanya di kolom komentar ya,” pungkasnya.
Sementara itu, dukungan terhadap kelestarian satwa juga datang dari jajaran kepolisian. Kapolda Riau, Irjen Pol Herry Heryawan, menyambut gembira kelahiran anak gajah dari induk Mama Ria ini. Ia menilai peristiwa tersebut memberikan harapan baru bagi dunia konservasi di tengah berbagai tantangan yang dihadapi satwa liar. “Setiap kelahiran adalah pesan bahwa alam masih memberi kesempatan kepada kita untuk memperbaiki, menjaga, dan melestarikannya,” kata Herry.
Kapolda Riau menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung upaya konservasi melalui pendekatan Green Policing. “Polda Riau melalui semangat Green Policing terus mendukung upaya konservasi, perlindungan keanekaragaman hayati, serta penyelamatan habitat gajah Sumatera di Bumi Lancang Kuning,” ujarnya.
Kelahiran bayi gajah dari Mama Ria ini diumumkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau pada hari yang sama. Dengan lahirnya anak keenam ini, Mama Ria kini memiliki enam ekor anak, yakni Tesso, Tino, Harmoni, Rimbo, Domang, dan bayi yang baru lahir tersebut.
Artikel Terkait
Brimob Polda Metro Jaya Turun ke Jatinegara, Dialog dengan Warga Tekan Tawuran Remaja
Hakim Nilai Andrie KontraS Rendahkan Wibawa Pengadilan karena Tak Hadir, Tim Kuasa Bantah Keras
Lebih dari 90 Persen Warga Bantul Disiplin Pilah Sampah, DLH Kerahkan 38 Truk Angkut
Willy Aditya Larang Menteri HAM Pigai Bangun Kantor Baru: Negara Sedang Krisis