Banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Aceh Utara ternyata menyisakan 'harta karun' tak terduga. Gelondongan kayu yang terbawa arus deras, alih-alih menjadi sampah, justru dimanfaatkan warga untuk membangun kembali kehidupan mereka. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengaku menyaksikan langsung fenomena ini saat berkunjung ke lokasi, seperti di Kecamatan Langkahan.
“Di samping itu juga, masih sekarang pun sudah banyak dimanfaatkan masyarakat. Saya sudah melihat sendiri di Langkahan, yang banyak kayu-kayu itu sudah banyak dipakai,” ujar Tito di gedung Kemendagri, Jakarta Pusat, Kamis lalu.
Menurutnya, warga setempat dengan sigap memotong-motong kayu tersebut. Utamanya untuk memperbaiki rumah mereka yang rusak diterjang banjir.
Tapi ternyata, pemanfaatannya lebih luas dari itu.
“Ada juga yang untuk bangun pagarnya, kemudian untuk perbaikan masjid, untuk perbaikan sekolah dan sarana publik lainnya,” tambah Tito.
Di sisi lain, pemerintah tak melarang langkah warga ini. Asal, kata Tito, semuanya dilakukan sesuai prosedur yang ada dan tidak disalahgunakan. Intinya, kayu-kayu sisa banjir itu justru bisa dimaksimalkan untuk kepentingan rehabilitasi.
“Ya prinsipnya sesuai prosedurlah. Artinya, kayu-kayu itu sedapat mungkin digunakan kembali untuk kepentingan pembangunan ini, untuk rehabilitasi rekonstruksi ini ya, dimaksimalkan seperti itu,” jelasnya.
“Cuma prosedurnya jangan sampai melanggar,” pungkas Tito menegaskan.
Artikel Terkait
Ketua Ombudsman RI Ditahan Kejagung, Lembaga Minta Maaf ke Publik
Gubernur DKI Peringatkan Ancaman Pangan dan ISPA Menyusul Fenomena El Nino
Bupati Malang Lantik Putra Kandung Pimpin DLH, Tegaskan Tak Ada Jual Beli Jabatan
Trump Ancam Pecat Powell Jika Tak Lengser Tepat Waktu