Badai salju yang melanda Eropa belakangan ini cukup parah. Khususnya di Belanda dan Prancis, dampaknya terasa sekali. Nah, di tengah situasi seperti ini, Kementerian Luar Negeri kita di Jakarta ternyata sudah bergerak. Mereka terus berkoordinasi dengan dua perwakilan di sana, yaitu KBRI Den Haag dan KBRI Paris, untuk memantau kondisi terkini.
Yang cukup melegakan, sampai berita ini diturunkan, belum ada laporan tentang Warga Negara Indonesia yang menjadi korban. Kabar ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, di Jakarta Pusat, Kamis lalu.
"Hingga saat ini KBRI Den Haag dan KBRI Paris kita belum menerima laporan adanya WNI yang terkena dampak (badai salju)," ucap Yvonne.
Menurutnya, pemantauan terhadap perkembangan cuaca ekstrem ini terus dilakukan tanpa henti. Fokusnya tentu pada negara-negara yang paling merasakan akibatnya.
"Kami sudah koordinasi juga kemarin, in close contact dengan KBRI Den Haag dan KBRI Paris. Memang kita terus monitor perkembangan situasi negara-negara yang paling terdampak situasi cuaca dingin bersalju seperti di Belanda dan di Prancis," jelasnya lagi.
Di sisi lain, gangguan akibat cuaca ini nyata adanya. Transportasi publik, mulai dari penerbangan hingga perjalanan kereta, dilaporkan mengalami banyak kendala. Kacau, jadwalnya.
Karena itulah, imbauan resmi pun telah disampaikan kepada para WNI yang sedang berada di Eropa.
"Untuk itu memang KBRI Den Haag dan KBRI Paris telah meng-invoke kepada seluruh WNI untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan informasi cuaca," tandas Yvonne.
Intinya, situasinya sedang tidak mudah di sana. Pemerintah mengawasi, dan pesannya jelas: bagi warga Indonesia di Eropa, tetaplah hati-hati dan update dengan info terbaru. Keselamatan nomor satu.
Artikel Terkait
Wamen Sos: Kesiapan Lahan Kunci Percepatan Program Sekolah Rakyat
Analis Soroti Risiko Fiskal di Balik Belanja Negara yang Agresif Awal 2026
Majikan di Bogor Ditahan Usai Aniaya ART karena Tak Sigap Saat Anaknya Jatuh
PDIP Bantah DPR Setujui Rencana Penutupan Minimarket di Desa