“Karena keburu malu dan tidak mau mengecewakan ibunya yang membantu dia dalam prosesnya itu, dia mengaku ke keluarganya kalau dia sudah bekerja,” tutur Yandri.
Dia pun menyamar. Seragam pramugari ia kenakan, dan untuk memperkuat kebohongannya, Nisa bahkan membuat postingan palsu di media sosial. Semua itu agar orang tuanya yakin bahwa putri mereka kini telah menjadi seorang pramugari pesawat.
“Di medsosnya juga dia posting biar orang tuanya tahu dia pramugari,” tambahnya.
Menyikapi kasus ini, Yandri mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada. Modus penipuan serupa, kata dia, harus diantisipasi. Bagi mereka yang bercita-cita menjadi pramugari, jalan satu-satunya adalah mengikuti prosedur resmi.
“Buat masyarakat yang mau menjadi pramugari untuk tidak menggunakan atau melalui orang-orang yang tidak bertanggung jawab, dengan memberikan sejumlah uang terus bisa menjanjikan. Ikuti saja aturannya SOP yang ada,” tegas Kompol Yandri Mono.
Kisah Nisa ini jadi pengingat pahit. Di balik mimpi yang menggiurkan, kadang ada jerat yang menunggu. Dan rasa malu, ternyata bisa membawa orang pada tindakan yang tak terduga.
Artikel Terkait
Pemerintah Pastikan Biaya Tambahan Haji Rp1,77 Triliun Tak Bebani APBN
Ombudsman RI Baru Fokus Benahi Internal dan Dampingi Program Pemerintah
Bantuan Logistik Tiba Lewat Laut untuk Korban Gempa Susulan Batang Dua
Yusril Tegaskan Kasus Siram Air Keras Bukan Tindakan Terorisme