Sandiwara Pramugari Gadungan Berakhir di Tangan Kru Pesawat

- Kamis, 08 Januari 2026 | 17:10 WIB
Sandiwara Pramugari Gadungan Berakhir di Tangan Kru Pesawat

"Intinya, yang bersangkutan tidak ditahan karena tidak ada unsur, hanya pakaian dan barang-barangnya diamankan. Pihak Batik Air juga sudah tidak mempermasalahkan hal tersebut," imbuhnya.

Kisahnya berawal saat Nisa, yang asli Palembang namun tinggal di Tangerang, pulang kampung. Untuk kembali ke Jakarta pada Selasa (6/1), dia nekat mengenakan seragam pramugari gadungan itu. Tujuannya sederhana: agar orang tuanya yang mengantarnya ke bandara merasa bangga.

"Pas berangkat (dari Palembang) diantar sama orang tuanya. Karena waktunya mepet, dia nggak sempat ganti baju," tutur Septian.

Tapi aksinya ketahuan di pesawat. Duduk sebagai penumpang biasa, penampilannya justru menarik perhatian kru. Motif rok yang dikenakannya berbeda dengan seragam resmi Batik Air. Kecurigaan pun muncul.

"Wanita atas nama Khairun Nisa ditegur oleh cabin crew pesawat Batik Air karena diduga memiliki warna corak rok pramugari Batik yang berbeda," jelas Septian.

Kecurigaan semakin menjadi ketika Nisa gelagapan menjawab pertanyaan seputar diklat pramugari. Gagal memberi jawaban yang meyakinkan, kru pun memanggil avsec. Dari situ, urusannya berlanjut ke interogasi polisi. Dan akhirnya, raib sudah sandiwara singkatnya.

Editor: Redaksi MuriaNetwork


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar