"Intinya, yang bersangkutan tidak ditahan karena tidak ada unsur, hanya pakaian dan barang-barangnya diamankan. Pihak Batik Air juga sudah tidak mempermasalahkan hal tersebut," imbuhnya.
Kisahnya berawal saat Nisa, yang asli Palembang namun tinggal di Tangerang, pulang kampung. Untuk kembali ke Jakarta pada Selasa (6/1), dia nekat mengenakan seragam pramugari gadungan itu. Tujuannya sederhana: agar orang tuanya yang mengantarnya ke bandara merasa bangga.
"Pas berangkat (dari Palembang) diantar sama orang tuanya. Karena waktunya mepet, dia nggak sempat ganti baju," tutur Septian.
Tapi aksinya ketahuan di pesawat. Duduk sebagai penumpang biasa, penampilannya justru menarik perhatian kru. Motif rok yang dikenakannya berbeda dengan seragam resmi Batik Air. Kecurigaan pun muncul.
"Wanita atas nama Khairun Nisa ditegur oleh cabin crew pesawat Batik Air karena diduga memiliki warna corak rok pramugari Batik yang berbeda," jelas Septian.
Kecurigaan semakin menjadi ketika Nisa gelagapan menjawab pertanyaan seputar diklat pramugari. Gagal memberi jawaban yang meyakinkan, kru pun memanggil avsec. Dari situ, urusannya berlanjut ke interogasi polisi. Dan akhirnya, raib sudah sandiwara singkatnya.
Artikel Terkait
Ahli Ingatkan Pentingnya Konsistensi Orang Tua Atasi Kecanduan Gadget pada Anak
PLN Pastikan Tarif Listrik Tak Naik pada Triwulan II 2026
Inter Milan Tumbangkan Como 4-3 dalam Laga Dramatis, Puncak Klasemen Makin Kokoh
Ekonom Kritik Rencana Pemerintah Tarik PNM dan Whoosh ke Bawah Kemenkeu