Suasana sidang di Pengadilan Negeri Samarinda mendadak tegang, Kamis lalu. Hakim ad hoc korupsi, Mahpudin, tiba-tiba berdiri dan meninggalkan ruang sidang. Aksi walk out itu, tentu saja, membuat proses persidangan mandek total.
Rupanya, ini adalah bentuk protes. Mahpudin merasa gerah dengan ketimpangan kesejahteraan yang diterima hakim ad hoc seperti dirinya. Dia memilih langkah dramatis itu untuk menyuarakan keresahannya.
Namun begitu, aksinya langsung mendapat sorotan tajam dari Mahkamah Agung. Lembaga tertinggi peradilan ini menilai tindakan Mahpudin sudah kelewat batas.
Juru bicara MA, Yanto, dengan tegas menyatakan sikap institusinya.
Artikel Terkait
Guterres Murka, Rusia Hantam Infrastruktur Vital Ukraina di Tengah Beku
Gempa Magnitudo 2,8 Guncang Pandeglang Dini Hari
Ribuan Warga Padati Kemayoran, Gubernur Soroti Peran Keluarga dalam Perayaan Natal Bersama
Hanif Dhakiri Desak Pengawasan Proaktif untuk Jaga Data Nasabah