Dunia Hanya Punya 2,8 Hari Sebelum Langit Runtuh

- Sabtu, 10 Januari 2026 | 05:06 WIB
Dunia Hanya Punya 2,8 Hari Sebelum Langit Runtuh

Bayangkan alarm di ponsel Anda tak berbunyi karena waktu global kacau. Coba cek berita, sinyal hilang. Beralih ke Wi-Fi, tetap offline. Di luar, kemacetan total melumpuhkan persimpangan karena sistem navigasi mati. Bandara dan pelabuhan kacau, kapal dan pesawat tak bergerak tanpa GPS.

Ini bukan serangan alien atau perang nuklir. Dunia mungkin sedang menghadapi "Zaman Kegelapan Digital". Dan riset terbaru dari Princeton bilang, kita cuma punya sisa waktu 2,8 hari sebelum bencana itu berpotensi terjadi.

Detak Jam yang Makin Cepat

Orbit rendah Bumi dulu sepi. Sekarang? Sesak. Kalau di 2018 cuma ada sekitar 4.000 satelit, kini lebih dari 14.000 benda melesat di atas kepala kita dengan kecepatan gila-gilaan.

Nah, peneliti Princeton punya metrik peringatan baru yang mereka sebut CRASH Clock. Intinya, ini ngukur seberapa cepat tabrakan besar bakal terjadi kalau satelit-satelit itu tiba-tiba nggak bisa manuver menghindar. Hasilnya bikin merinding. Di 2018, kita masih punya waktu 121 hari. Sekarang, cuma 2,8 hari.

Efek Domino di Langit

Kenapa satu tabrakan bisa bahaya banget? Jawabannya ada di Sindrom Kessler, teori dari ilmuwan NASA Donald Kessler tahun 1978.

Kessler meramalkan, di titik kepadatan tertentu, satu tabrakan bisa menghasilkan ribuan serpihan tajam. Serpihan itu bakal seperti peluru, menabrak satelit lain, bikin lebih banyak puing, dan memicu reaksi berantai yang nggak bisa dikendalikan.

Dalam beberapa minggu, orbit Bumi bisa dipenuhi "awan sampah". Infrastruktur komunikasi hancur. Lebih parah lagi, manusia bakal terkunci di Bumi. Nggak bisa meluncurkan apa-apa selama puluhan tahun karena roket baru akan langsung hancur dihujani puing.

Pemicu yang Datang dari Matahari

Di balik semua ini, ada faktor yang sering kita lupakan: Matahari. Saat ini, aktivitasnya sedang menuju puncak siklus. Badai surya besar bisa memanaskan atmosfer luar Bumi, bikin atmosfer mengembang dan menyeret satelit keluar jalur.


Halaman:

Komentar